Sumatera Utara

BPKPAD Tebingtinggi Imbau CV Sanpatau Selesaikan Tagihan Pajak

Tebingtinggi-ORBIT: Managemen Pasar Malam berlabel CV Sanpantau yang dipimpin Agus Chaniago kembali membuat masalah. Belum kering persoalan dugaan aroma judi berkedok permainan yang ditenggarainya, kini Agus diduga telah menggelapkan uang setoran pajak retribusi.

Managemen perusahaan bidang hiburan keluarga itu hengkang tanpa membayar uang pajak hiburan yang termaktub dalam Perda No.5 tahun 2011 pada bab I pasal 1 ayat 16. Hal ini, dianggap telah membobol kas pihak BPKPAD sebagai leading sektor penerima sumber pendapatan berbasis Peraturan Daerah (Perda).

Pengelola asal Kota Medan tersebut membuat Kabid Pendapatan Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Tebingtinggi, Aidil angkat bicara. Ia mengaku kecewa atas tindakan Agus. Pihaknya meminta keras agar Managemen CV Sanpantao yang berdomisi di Medan itu berjiwa satria kembali dan membayar uang setoran pajak PAD.

“Surat tagihan bernomor 973/5109/BPKPAD/2018 perihal tagihan pajak hiburan itu sudah dua kali dilayangkan kepada Agus pada dua hingga tiga pekan terakhir setelah launching pada 30 Agustus silam,” katanya.

Namun langkah persuasif itu tak membuahkan hasil. Ketika itu menurut Aidil, pengusaha asal Medan itu meminta tempo waktu dan berjanji akan membayar jelang akhir tayang bisnis yang mereka lakoni.

“Kita maklum dengan kondisi itu, kita beri Agus dan kelompoknya kelonggaran akhir kegiatan, kita minta kepada mereka langsung menyetor ke Bank Sumut,” tegas Aidil.

Akan tetapi, lanjutnya itikad baik tim BPKPAD berbuah petaka. Malam penutupan Pasar Malam besutan CV Sanpantau pada akhir September silam, mengelak.

“Malam itu kita ketemu Agus,agar pihaknya membayar uang pajak, Agus berjanji akan membayar uang pajak hiburan itu secepatnya. Malam itu mereka berbenah, tetap kita beri mereka kelonggaran,” katanya kecewa.

Hingga saat ini, minggu kedua Bulan Oktober, itikad baik managemen tidak juga tampak. Langkah koordinasi melalui komunikasi handphone juga dilakukan Aidil beserta jajarannya, namun belum berbuah hasil. “Kita akan terus mengejar Agus untuk bertanggung jawab membayar uang pajak tersebut. Iya uangnya sekitar 10 jutaan, setor aja ke bank yang sudah kita tentukan, itu saja yang kita inginkan,” ujar Aidil mengakhiri. Od-15

Komentar Facebook
Tags

Artikel Terkait