Aceh  

Kepala SMP dan SD SATAP Alue Keujrun Alami Kecelakaan Speedboat di Sungai Jamboe TK

ACEH SELATAN | Kepala SMP Negeri Satu Atap (SATAP) Alue Keujrun, Safriadi, S.Pd, bersama Kepala SD Alue Keujrun Ridwan, S.Pd, serta sejumlah guru lainnya, mengalami kecelakaan speedboat saat melintasi Sungai Jamboe TK, tepatnya di kawasan Kuala Simpali, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (18/01/2026).

Safriadi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa selama ini para guru SD dan SMPN SATAP Alue Keujrun mengandalkan jasa perahu mesin milik warga setempat untuk keperluan transportasi, baik dalam menjalankan tugas kedinasan maupun memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Pihak sekolah sebenarnya sudah pernah mengusulkan pengadaan armada perahu mesin kepada pemerintah melalui dinas terkait, agar guru-guru tidak lagi menumpang perahu masyarakat dengan muatan berlebih. Namun hingga saat ini usulan tersebut belum terealisasi,” ujar Safriadi dalam keterangan pers yang dikirimkan melalui WhatsApp, Selasa (20/01/2026).

Berdasarkan keterangan yang diterima, perahu yang ditumpangi para guru tersebut berangkat dari Dermaga Jambur Teka sekira pukul 15.40 WIB, dengan membawa empat orang guru dan satu orang awak perahu. Awalnya perjalanan berjalan lancar, namun saat memasuki kawasan Kuala Simpali, derasnya arus Sungai Kluet menyebabkan mesin perahu terhenti.

Akibatnya, perahu dihantam ombak besar hingga sebagian badan perahu tenggelam dan akhirnya karam. Para penumpang berhasil diselamatkan berkat bantuan warga yang melintas di lokasi kejadian dan kemudian dievakuasi kembali ke Dermaga Jambur Teka.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, satu orang guru mengalami luka memar di bagian pergelangan kaki akibat terjepit badan perahu.

Selain itu, para guru juga mengalami kerugian materi berupa dua unit laptop sekolah, empat unit telepon genggam, serta sejumlah barang kebutuhan harian yang hilang terbawa arus Sungai Kluet.

Sebelumnya, informasi terkait kecelakaan yang menimpa Safriadi sempat beredar melalui grup pembaca media online.

Safriadi kemudian memberikan klarifikasi langsung terkait kejadian tersebut.

Baihaki berharap insiden ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Pemerintah Provinsi Aceh, maupun Pemerintah Pusat, khususnya terkait penyediaan sarana transportasi yang aman bagi tenaga pendidik di daerah terpencil.

“Keselamatan guru harus menjadi prioritas agar proses pendidikan di wilayah terpencil tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Reporter : Yunardi