HeadlineSumatera Utara

Ketua KSU Sipangalengge Sakit, Mediasi Sengketa Tambang Sipalakki Buntu

Dolok Sanggul-ORBIT: Opsi mediasi yang diprakarsa Pemerintah Humbang Hasundutan kepada warga Desa Saitnihuta dengan pengurus KSU Pangalengge pascadihentikannya aktivitas tambang batu sejak 8 Juni 2018 dengan penundaan izin lingkungan baru-baru ini mengalami kebuntuan.

Rapat mediasi yang digelar pada hari Senin (11/6/2018) berakhir tanpa menemukan kesepakatan baru disebabkan ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Sipalengge, Drs Saut Simamora, warga Jalan Air Bersih Ujung Komplek Imanuel Medan tidak bisa hadir ikuti rapat karena alasan sakit keras.

Atas ketidakhadiran tersebut, di tengah rapat mediasi itu, sempat terjadi perdebatan alot antara dua pihak antara jajaran KSU Sipalengge selaku pemegang izin tambang batu di Dolok Sipalakki dengan ratusan warga.

Mengantisipasi rapat yang sempat tegang atas kesepakatan Kepala Desa Sait Nihuta serta sembilan orang Badan Perwakilan Desa (BPD) akhirnya memutuskan acara mediasi ditunda sampai kesehatan ketua KSU Sipalengge pulih yang dinyatakan sakit keras terbaring di salah satu rumah sakit Medan.

“Demi keamanan dan kekondusifan desa ini, kami sudah sepakat rapat ditunda menunggu pulihnya kesehatan ketua KSU Sipangalengge dan jika berhalangan panjang akan diperwakilkan kepada jajaran pengurus KSU Sipalengge lain,”  terang Hantus Simamora didampingi jajaran BPD kepada ratusan warga yang hadir dalam rapat tersebut.

Pantauan Orbitdigitaldaily.com, pada pertemuan itu, hadir Wakil Ketua DPRD Humbahas Sumarsono Simamora, anggota DPRD Humbahas Parulian Simamora, Kadis Satpol PP marga Sihite, Camat Dolok Sanggul marga Manullang, Kapolsek Dolok Sanggul AKP Sibombing, Dandim 0210/TU diwakili Mayor Gultom.

Diwawancara terpisah Sumarsono Simamora yang akrab dengan panggilan TN (Tapian Nauli) tentang kehadirannya ikuti rapat mediasi adalah atas undangan warga sebagai satu garis keturunan Oppu Rajai Julu Simamora.

Saat disinggung adanya tudingan monopoli kepemilikan modal usaha KSU Sipalengge sehingga terkesan sebagai usaha kepribadian orang tertentu tanpa melibatkan warga dusun Pea Bolak ditepisnya dengan tegas bahwa sudah sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi.

“Itu tidak benar, KSU Sipangalengge orang itu juga ikut ada yang aktif ada yang masif dan ada yang tidak aktif dan sesuai arahan Pemkab kita tunggu sampai ketua KSU sudah sehat dan kepala desa tadi bilang jika hal terburuk terjadi kepada ketua yang sedang sakit maka akan digantikan oleh pengurus lain,” terang Sumarsono.

“Dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga jelas tidak boleh hak veto seseorang tentang hak kepemilikan saham, harus mengacu asas koperasi dan yang dapat menentukan siapa yang ikut lakukan pekerjaan adalah pimpinan koperasi, jadi kabar seperti itu salah,” tukasnya.

Sementara sesuai informasi yang diperoleh ORBIT dari warga, ada keterlibatan keluarga Tapian Nauli atas kepemilikan modal KSU Sipalengge hingga terkesan keberadaan pengurus terkesan formalitas saja. Demikian juga terkait eksploitasi diperkirakan sudah masuk dalam kawasan hutan SK 579.

“Buktinya seluruh alat berat yang beroperasi dan truk pengangkut material sebagian besar bermerek Tapian Nauli. Dan informasi dari Balai Penatausahaan Kawasan Hutan Wilayah I Medan eksploitasi diperkirakan dan dicurigai sudah masuk kawasan 579,” terang Simamora yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Od-Jum

Komentar Facebook
Menampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait