Medan  

Kisruh Bendungan Lau Simeme, Kejaksaan Bela Masyarakat Desa

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sosialisasi peran camat dan kepala desa dalam pembangunan nasional, Rabu (31/8/2022).

MEDAN | Proyek Bendungan Lau Simeme ditargetkan rampung tahun 2022. Pagu anggaran sekitar Rp1,38 triliun ditampung APBN. Dikebut sejak 2017 lalu dan telah berlangsung selama 5 tahun namun tampaknya belum rampung.

Pembangunan Bendungan berada di sekitaran 7 desa, yakni Desa Biru-Biru, Penen, Sari Laba Jahe, Periaria, Mardinding, Rumah Gerat dan Kuala Dekah Kabupaten Deliserdang. Warga bermukim sejak zaman Belanda. Namun belakangan pemerintah menetapkan lokasi tersebut menjadi kawasan hutan produksi tetap.

Hadirnya proyek strategis nasional (PSN) itu justeru menuai sejumlah persoalan termasuk soal ganti untung lahan dan ganti rugi tanaman serta hilir mudik angkutan proyek cukup mengganggu mobilitas warga. Di sisi lain, bagi masyarakat Desa Kuala Dekah, lokasi proyek merupakan tempat sakral pemujaan leluhur masyarakat adat Pamena .

“Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam hal ini mencari solusi dari seluruh akar permasalahan. Kami tidak mau mendengar sepihak dari perusahaan dan kami juga harus mendengar keluhan masyarakat. Tentunya pihak perusahaan harus bertanggungjawab terhadap pelaksanaan proyek. Solusi terbaik pasti akan diperoleh jika duduk bersama dengan kepala dingin dan hati yang bijaksana”kata Yos A Tarigan.

Hal itu disampaikan bidang penerangan hukum pada Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara saat menggelar sosialisasi peran Camat dan Kepala Desa dalam pembangunan nasional terkait peningkatan penggunaan produk alam negeri (P3DN) di kantor Camat Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (31/8/2022).

Kendala Lapangan

Kasi Penkum Kejatisu, Yos A Tarigan SH MH mengatakan pembangunan bendungan Lau Simeme merupakan proyek strategi nasional (PSN) dan menjadi bukti peradaban pembangunan infrastruktur bangsa dan memberi manfaat banyak ke masyarakat.

Perwakilan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Maruli Simatupang menyampaikan progres pembangunan bendungan Lau Simeme dan kendala di lapangan.

Bendungan Lau Simeme dirancang mengikuti tipe zonal timbunan batu dan memiliki tinggi 77 meter, lebar puncak 11 meter dan panjang puncaknya 205 meter. Sementara luas area genangan adalah 246,80 hektar.

Kehadiran Bendungan Lau Simeme sebagai sumber irigasi lahan pertanian di wilayah Bandar Sidoras seluas 3.082 hektar dan daerah irigasi Lantasan sebesar 185 hektar.

Selain bendungan bisa menjadi penyediaan air baku PDAM Tirtanadi dan Tirta Deli Provinsi Sumut sebesar 3,00 m3/detik. Bendungan ini juga dapat menjadi sumber pembangkit listrik (PLTA minihidro) sebesar 2,80 MW dan mendukung sektor pariwisata di Provinsi Sumut.

Manfaat lain dari bendungan Lau Simeme menjadi pengendali banjir di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Harapannya bendungan dapat mereduksi derasnya aliran air hulu Sungai Percut dan Sungai Deli saat musim hujan hingga sebesar 86,00 m3/detik.

Bendungan Lau Simeme berada dibawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan Wilayah Sungai Belawan-Ular-Padang.

Pembangunan Strategis

Kasi Penkum Yos A Tarigan menyampaikan peran penting camat dan kepala desa dalam pembangunan nasional di Sumatera. Yaitu bendungan Lau Simeme menjadi bukti peradaban pembangunan infrastruktur bangsa kita dapat memberi manfaat banyak ke masyarakat.

Tidak hanya dalam pemanfaatan dana desa dan ADD, lanjut Yos Tarigan, proyek strategis nasional bersinggungan langsung dengan 7 desa tentunya perlu didukung kepala desa dan seluruh elemen masyarakat. Kalau ada dampak atau permasalahan yang timbul, segera diskusikan mencarikan solusinya.

Sebelumnya, rombongan bidang Intelijen disambut antusias jajaran 17 perangkat desa dan Camat Biru-Biru Dani Mulyawan S.Sos, MIP serta Kasatker Bendungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Maruli Simatupang, PPK Bendungan Lau Simeme Jesayas Sihombing dan
Megawati Sinurat sebagai PPK Pembebasan Tanah beserta staf lainnya.

Jaksa Fungsional Novalina Kristina Manurung bersama Joice V Sinaga menyampaikan pentingnya pengamanan pembangunan strategis penggunaan produk dalam negeri.

Sementara, Dani Mulyawan MIP dalam sambutannya menyampaikan kehadiran Kejati Sumut diharapkan menjadi kesempatan baru menambah wawasan para kepala .

Di akhir kegiatan, Kasi Penkum Yos A Tarigan memberikan cenderamata kepada Camat Biru-Biru dan diakhiri dengan foto bersama.

Reporter : Toni Hutagalung.