Komitmen Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Sumut

Kaper BKKBN Sumut Dr. Munawar Ibrahim SKp, MPH dan Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag., M.Hum., M.A didampingi Yusrodi Rangkuti foto bersama dengan sejumlah warga Madina. (Foto/Ist)

MADINA | Komitmen Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag., M.Hum., M.A selaku anggota Komisi IX DPR RI untuk mendukung percepatan penurunan stunting kembali terwujud dengan menjalin kerjasama dan kolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Melalui BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Saleh Daulay melaksanakan Kegiatan Promosi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Program percepatan Penurunan Stunting di sejumlah Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Utara.

Saat dijumpai di Kabupaten Madina (1/8/2023), salah satu daerah yang angka prevelansi stunting tinggi di Provinsi Sumatera Utara, Ia sangat menyayangkan angka stunting di Kabupaten Madina berada pada angka 34,2% dan angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional.

Kaper BKKBN Sumut Dr. Munawar Ibrahim SKp, MPH dan Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag., M.Hum., M.A serta Yusrodi Rangkuti foto bersama dengan sejumlah warga Madina. (Foto/Ist)

Menurut Saleh, Masyarakat tidak bisa main-main lagi terhadap ancaman yang sedang melanda anak Indonesia saat ini. Mengingat stunting tidak hanya dapat mengancam masa depan anak itu sendiri, tetapi masa depan bangsa indonesia juga ada di tangan mereka.

“Disini tidak hanya saya saja yang harus berkomitmen, tetapi saya juga mengajak masyarakat juga harus ikut melibatkan diri dalam menurunkan angka stunting, tidak boleh lengah. Kalau hanya saya saja yang bekerja, angka stunting tidak akan turun. Saya datang kemari, mensosialisasikan kegiatan ini bukan untuk main-main, apalagi saya menjadi anggota komisi IX DPR RI yang menangani masalah Kesehatan yang salah satunya adalah stunting dan hal itu harus saya jalankan” ucap saleh.

Anggota Komisi IX DPR RI Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, M.Ag., M.Hum., M.A dan Yusrodi Rangkuti foto bersama dengan sejumlah warga Madina. (Foto/Ist)

Melalui perjumpaan nya dengan masyarakat, Saleh menyampaikan 3 (tiga) hal yang harus dihindari dari anak-anak yakni narkoba, pergaulan bebas dan pernikahan dini. Ketiga itu hal utama yang wajib dihindari oleh anak-anak zaman sekarang. Tidak hanya itu, anak-anak juga jika ingin terhindar dari stunting, harus diberikan makanan bergizi. Anak sehat, pasti menjadi anak pintar yang akan memajukan kampung halamannya.

“Anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan perkembangan otaknya juga terganggu. Yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi anak di sekolah, termasuk produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif. Anak sehat akan menjadi anak pintar yang mungkin suatu saat akan menjadi pemimpin dan pastinya membangun kampung halamannya. Untuk itu mulai sekarang harus diberikan makanan bergizi. Jika buah, bisa ditanam, Ikan banyak di Madina, Telur juga salah satu makanan bergizi yang murah yang bisa diberikan kepada anak-anak kita,” jelas saleh.

Untuk itu, saleh mengajak dan menghimbau masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Utara, demi kualitas generasi penerus bangsa yang lebih baik. Karena semakin besar tantangan saat ini, Indonesia memerlukan kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, cerdas dan sehat. (Red)