Kontraktor D Diduga Coba ‘Suap’ Dewas PDAM Tirtanadi

oleh -273 views

Medan-ORBIT: Kontraktor (rekanan) berinitial D di PDAM Tirtanadi semakin menjadi-jadi mental suapnya. Kali ini terdengar kabar angin, kalau Mr D ini kembali akan menyuap salah satu anggota Dewan Pengawas (dewas).

Hal ini dikatakan sumber Orbit di Medan, Kamis (1/3). Dikatakannya kalau D berusaha menyuap salah satu anggota Dewas yang paling muda.

“Terbaru ini yang lagi hangat di PDAM Tirtanadi. Kebenarannya sih masih sumir. Tapi terdengar kalau D berusaha menyuap salah seorang anggota Dewas, Rp150 Juta,” kata sumber yang tak bersedia ditulis namanya.

Masih kata sumber, mental KKN yang ditunjukkan oknum berinitial D ini sangat bertentangan dengan program Presiden Jokowi yang bertekad memberantas segala bentuk korupsi.

“Apa niat dia dengan mencoba menyuap anggota dewas itu? Masyrakat pasti dengan mudah bisa menebaknya. Apalagi kalau bukan agar dirinya bisa lebih leluasa bermain proyek raksasa di PDAM Tirtanadi itu,” kata sumber.

Namun tentang upaya suap Dewas ini juga belum tentu berhasil. Kabarnya kata sumber, belum diketahui dengan pasti apakah, anggota dewas tersebut mau menerima uang suap sebesar Rp150 juta itu atau tidak.

Sumber juga mengatakan, D berusaha menyuap anggota dewas tersebut agar anggota Dewas ini membeli mobil baru. Namun sejauh ini belum diketahui apakah uang tersebut diterima atau sudah dibelikan mobil baru tersebut.

“Apakah uang itu diterima atau belum saya memang kurang tahu. Tapi di sana begitulah cakap dari mulut ke mulut yang sedang hangat. Soal mobil barupun saya belum liat juga,” kata sumber.

Seperti diberitakan sebelumnya sudah banyak sekali yang mengomentari oknum pemborong berinitial D ini. Misalnya penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian.

Mendengar berita itu, Sumanggar langsung meminta agar masyarakat Sumut membuat pengaduan kepadanya atau Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Jika ada pengaduan maka pihaknya dapat memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa.

“Kita sangat menyayangkan itu, jika memang ada monopoli di PDAM. Kita minta masyarakat atau siapapun itu yang memiliki bukti maka laporkan kepada penyidik Kejatisu maka akan kita panggil dia (2D),” bilang Sumanggar, Senin kemarin.

Selain Sumanggar juga Presiden Barakpasi, Otty S Batubara. Otty meminta agar oknum D ini diperiksa oleh pihak Kepolisian Sumatera Utara.

Sebelumnya juga terdengar kabar kalau ‘pemain’ proyek di PDAM Tertanadi bukan hanya D tetapi ada juga nama lain namun berinitial D juga. Sihingga keduanya dikenal dengan sebutan D & D. Mereka berdua inilah yang selalu memonopoli proyek besar di PDAM Tirtandi.

“D yang satu keturunan Tionghua sedangkan D yang satu lagi orang pribumi,” kata sumber.

Banyak yang bilang kalau D yang warga Tionghua ini sebagai penyupalai dana saat Dirut Sutedi Raradjo mencolonkan diri menjadi kandidat Dirut PDAM Tirtanadi waktu itu.

Oleh karenanya dengan leluasa si ‘D’ ini mendapat proyek miliaran tanpa dilakukan tender. Tetapi kalau dihitung-hitung sudah terbalas juga jasa dia dengan proyek miliaran seperti pengadaan tawas dan meteran.

“Mana bisa proyek miliaran dikerjakan tanpa tender. Saya himbau agar Polisi segera memeriksa ‘D’. Sebab ‘D’terdengar memonopoli proyek disana. Sebagai balas jasa sang Dirut yang ditolongnya,” kata Otty.

Masih kata Otty, bukan hanya ‘D’ yang seharusnya diperiksa tetapi juga Dirut PDAM Tirtanadi, Sutedi Raharjo. Sebab Sutedi juga terindikasi main uang saat dipromosikan menjadi Dirut.

“Polisi jangan hanya memeriksa si ‘D’ tetapi juga periksa Dirutnya. Diduga kuat Dirutnya juga ikut dalam bagi-bagi proyek tanpa tender di PDAM,” ujarnya.

Sementara itu seperti diberitakan sebelumnya, D menguasai seluruh proyek di PDAM Tirtanadi terutama proyek-proyeknya yang bernilai raksasa.

Tak tanggung, dengan kekuatannya yang sudah menggurita, kini dikabarkan D mengantongi sejumlah proyek besar. Diantaranya proyek pembangunan sumur bor, pembangunan instalasi, bahkan untuk pengadaan dan memasukkan meteran air ke pelanggan semua dikuasainya.

“Kalau untuk pengadaan PAC (tawas) itu, proyeknya perminggu. Nilainya mencapai 2 sampai 3 miliar. Cara pengucurannya misalnya hari ini dikucurkan 900 juta, kemudian 2 atau 3 hari lagi mengucur lagi 1,1 miliar. Atau bisa juga sekaligus langsung 3 miliar,” beber sumber.

Karena itu, dikabarkan juga bahwa tidak ada seorang pun pejabat teras di lingkungan perusahaan air minum itu yang berani melawannya.

Namun Otty menghimbau kepada polisi agar memriksa kedua orang tersebut. Terutama periksa juga anak-anaknya. “Periksa mereka, mereka sudah tak mengerti aturan dan merampok uang rakyat,” tandasnya.

Sementara Humas PDAM Tirtanadi, Zaman Mendrofa saat dikonfirmasi Harian Orbit waktu lalu bungkam dan tak mau berkomentar terkait pemberitaan yang berjudul D’ Monopoli’ Proyek PDAM Tirtanadi pada Selasa lalu.

“Saya tidak mau komentar terkait pemberitaan ini. Saya juga hanya sebagai pegawai humasnya, jadi apalagi ini beritanya besar-besar,” katanya. tim