Korupsi, Mantan Kadisdik Langkat Cs Cuma Divonis Setahun Penjara

oleh -588 views
Empat terpidana saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (9/4/2018). ORBIT/Indayani

Medan-ORBIT: Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan pidana penjara kepada empat terdakwa masing-masing selama satu tahun atas kasus pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat pada 2017 silam.

Keempat terdakwa yang divonis hakim yaitu Kadisdik Langkat, Salam Syahputra dan tiga kepala sekolah yaitu Kepala SMPN 3 Tanjung Pura sekaligus Koordinator MK2SN/Korwil Hilir, Sukarjo, Kepala SMPN 3 Stabat sekaligus Bendarahara MK2SN Patini dan Kepala SMPN 2 Gebang sekaligus Korwil Teluk Haru, Restu Balian Hasibuan.

“Menjatuhkan pidana penjara selama kepada keempat terdakwa selama satu tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair satu bulan kurungan,” ucap hakim, Senin (9/4).

Keempat terdakwa dinilai hakim bersalah dikenakan Pasal 11 Undang-undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat, Irwan Marbun sebelumnya jaksa menuntut empat terdakwa pelaku pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat 2017 hukuman selama 14 bulan penjara.

Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika Tim Saber Pungli Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat, Salam Syahputera bersama 11 orang lainnya, terkait Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat SMP di daerah tersebut Selasa (17/10) lalu sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat OTT berlangsung, petugas mengamankan 11 orang. Kesebelas orang ini tertangkap di SMP Negeri 4 Sei Lepan di Desa Harapan Makmur, Sei Lepan, Langkat, saat para kepala sekolah sedang menyetorkan potongan Dana BOS dari delapan SMP.

Dalam penangkapan ini, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp76.010.000, daftar hadir peserta rapat, buku catatan bendahara, berisi kutipan dana BOS.

Belakangan dari sebelas orang yang diamankan, polisi akhirnya hanya menetapkan empat orang sebagai tersangka. Saat ini keempatnya juga telah menjalani masa tahanan di Rutan Tanjunggusta Medan. Or-Iin