Dugaan Korupsi PDAM Tirta Kualo Tanjung Balai, Hari Ini Terdakwa Zaharuddin Sinaga SE Kembali Disidangkan

oleh -607 views
Mantan Direktur PDAM Tirta Kualo Kota Tanjung Balai , Zaharuddin Sinaga SE (foto/Ist)

MEDAN – Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Medan hari ini Senin (22/6/2020) akan menyidangkan dugaan tindak pidana korupsi di PDAM Tirta Kualo Tanjung Balai dengan terdakwa mantan Direktur PDAM Tirta Kualo Tanjung Balai Zaharuddin Sinaga, Mantan PPK Herianto SE dan Direktur PT Direktur PT Andry Karya Cipta pengusaha.

Dari informasi yang diperoleh Minggu (21/6/2020) agenda persidangan adalah mendengarkan keterangan para saksi.

Pada persidangan sebelumya jaksa penuntut umum (JPU) Edward Sinurat, mendakwa, terdakwa Zaharuddin Sinaga bersama-sama dengan Herianto dan Okatvia Sihombing (berkas terpisah), melaksanakan penyelesaian Pembangunan WTP III dan Pemasangan Pipa Distribusi Utama Sepanjang 600 M di Lokasi WTP Beting Semelur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kualo Kota Tanjungbalai berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan / Kontrak Nomor :45/KTR/SPP/PDAM/IV/2014 tanggal 2 April 2014.

Selanjutnya, terdakwa Oktavia selaku pemenang lelang dan kapasitasnya sebagai penyedia barang dan jasa, menandatangani kontrak pekerjaan senilai Rp9,9 miliar, bersama terdakwa Herianto.

Dalam pengerjaan proyek ini, dana bersumber dari penyertaan modal Pemerintahan Kota Tanjungbalai pada P-APBD TA 2012 sebesar Rp800 juta dan APBD TA 2013-2014 sebesar Rp10,2 miliar dengan total Rp11 miliar.

Bahwa berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan/Kontrak Nomor :45/KTR/SPP/PDAM/IV/2014 tanggal 2 April 2014 semula senilai Rp.9.984.000.000,00, kemudian berubah nilainya menjadi Rp9.508.573.000, berdasarkan Addendum Kontrak Nomor :01/ADD/PPK/PDAM/X/2014 tanggal 17 Oktober 2014.

Maka selaku pihak penyedia jasa/ pelaksana pekerjaan terdakwa Oktavia, wajib untuk melaksanakan serta menyelesaikan seluruh item-item pekerjaan Penyelesaian Pembangunan WTP III dan Pemasangan Pipa Distribusi Utama Sepanjang 600 M di lokasi Beting Semelur, dalam tempo 240 hari.

Akan tetapi, sejak awal pelaksanaan pekerjaan terdakwa Oktavia tidak mampu untuk melaksanakan pekerjaan proyek tersebut. Hingga akhirnya terdakwa mengangkat saksi Mahdi Aziz Siregar, selaku Site Manager/Pelaksana Pekerjaan dengan Surat Pengangkatan Nomor : 029/PT.AKC/SP/VI/2014 tanggal 23 Juni 2014.

Selanjutnya, terdakwa Oktavia mengalihkan pelaksanaan pekerjaan sebagaimana Surat Perjanjian Pekerjaan/Kontrak Nomor :45/KTR/SPP/PDAM/IV/2014 tanggal 2 April 2014 tersebut, kepada pihak lain

yaitu kepada saksi Hot Mangiring Sihotang, dengan membuat Surat Pengalihan dan Pelimpahan Perjanjian Kerja pada tanggal 23 Juli 2014 dan Surat Perjanjian Kerjasama pada tanggal 23 Juli 2014.

Atas perbuatannya, ketiga terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHPidana.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim yang diketuai Ahmad Sayuti menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda keterangan saksi. cr-03