Headline

KPK ‘Cicil’ Lagi Kasus Suap Gatot, Tiga Nama Ini Terancam Lengket di Jumat Keramat

Medan-ORBIT: Komisi Pemberantasan Korupsi bergerak cepat menuntaskan penanganan kasus suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho ke 38 anggota DPR Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang kini sudah berstatus tersangka.

Usai kemarin menahan Mustofawiyah dan Tia Isah Ritonga, lembaga antirasuah itu dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka lain pada Jumat (13/7/2018).

Informasi dihimpun hingga Kamis (12/7/2018) malam dari sumber yang layak dipercaya, ketiga mantan wakil rakyat yang bakal menjalani pemeriksaan sebagai tersangka itu yakni Richard Edi Lingga, ​Abul Hasan Maturidi serta Safrida Fitrie.

Baca Juga: Tak Semua Penerima Duit Jadi Tersangka, Pengusutan Kasus Suap Gatot Seperti Kredit Motor

“Besok ketiganya dijadwalkan diperiksa di gedung KPK di Jakarta sekira pukul 10.00 WIB,” ujar sumber kepada Orbitdigitaldaily.com.

Kata sumber, setelah diperiksa sebagai tersangka nantinya, tidak menutup ketiganya juga bakal diinapkan di jeruji besi seperti sembilan tersangka lain yang sudah ditahan sebelumnya.

“Kalau hadir diperiksa besok, pasti bakal ditahan juga. Ya, bisa dibilang besok Jumat keramat,” jelas sumber tersebut.

Terpisah, Juru Bicara/Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi Orbitdigitaldaily.com mengamini agenda pemeriksaan ketiga tersangka tersebut. Hanya saja saat ditanya apakah ketiga tersangka yang diperiksa, Febri enggan menjelaskan lebih jauh. “Besok ya disampaikan,” tegas Febri.

Diketahui, dalam perkara ini, KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 sebagai tersangka. Mereka diduga menerima duit suap dari Gatot Pujo senilai Rp300-350 juta per orang. Dari 38 tersangka itu, penyidik sudah melakukan penahanan terhadap sembilan tersangka.

Ke-38 orang itu diduga menerima suap terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Pemprov Sumut 2013 dan 2014, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Sumut 2015.

Dari sejumlah tersangka tersebut, KPK menerima pengembalian uang sejumlah Rp5,47 miliar. Uang itu kini telah disita sebagai barang bukti. OD-01

Komentar Facebook
Menampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button