Kriminolog Sebut Ayah Tiri Pembunuh 2 Anaknya Layak Dihukum Mati

oleh -217 views
Kriminolog Dr Redyanto Sidi SH MH. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN – Kriminolog Dr Redyanto Sidi SH MH menilai, peristiwa pembunuhan yang dilakukan R (30), terhadap dua anak tirinya adalah tindakan kejam dan kemungkinan sudah dilakukan berulang dan kejadian terkahir adalah puncaknya.

“Faktor dendam dan sakit hati kemungkinan bisa jadi pemicu. Mungkin juga ada faktor lain seperti biasa melakukan kekerasan dan dipicu faktor narkoba,” ujar Redyanto, Rabu (24/6/2020).

Ia menilai, dengan tindakannya itu pelaku sangat layak untuk diancam humukan mati. Menurutnya, lingkungan yang bebas dan luput dari pengawasan juga membuat pelaku jadi leluasa melakukan perbuatannya.

“Di sisi lain, faktor ekonomi bisa juga jadi pengaruh. Namun pada prinsipnya pelaku sudah punya niat hingga dapat momen yang tepat,” ungkapnya.

Saat disinggung apakah status pelaku yang lajang lalu menikahi istrinya yang janda membuat dia semena-mena dengan kedua anak tersebut, Redyanto mengamininya.

“Bisa juga orang yang merasa anak tersebut bukan anak kandungnya, tetapi malah merasa jadi beban sehingga dianggap tidak berharga keberadaan termasuk nyawanya. Jadi perbuatan pelaku ini bisa kita sebut psikopat,” tegas Redyanto.

Sebelumnya, dalam pra rekonstruksi yang digelar Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan di lokasi kejadian terungkap tersangka menghabisi Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (5) di rumah kontrakannya secara sadis dan keji.

Wajah kedua korban saling diantukkan. Selanjutnya, wajah kedua korban dibenturkan ke dinding tembok.

Setelah tidak berdaya, kedua korban dibaringkan, lalu bagian dadanya diinjak-injak tersangka hingga remuk dan meregang nyawa.

Kemudian, jasad korban dibuang ke parit sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso.

“Iya, habis dijedotin (diantukkan, red), terus diinjak-injak. Korban dibunuh di rumah kontrakan mereka,” ujar Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim, Iptu M Ainul Yaqin.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, korban awalnya diantarkan ibu kandungnya ke rumah neneknya, Jumat (22/6/2020) dan sang ibu kemudian berangkat bekerja.

Malam harinya anak-anak itu pulang ke rumah dan sempat menonton televisi dengan pelaku.

Kemudian mereka membujuk pelaku agar membelikan es krim, namun saat itu pelaku menolaknya karena tidak punya uang.

Lalu anak-anak ini mengeluarkan kalimat ‘ayah pelit dan akan meminta ibunya untuk mencari ayah baru’.

“Sementara masih kita dalami motifnya. Apakah dia marah karena dikatai pelit dan akan minta ibunya cari bapak baru, atau mungkin ada motif lain,” ungkap Riko.

Lantaran kesal, Rahmadsyah kemudian memegang bagian tengkuk kedua bocah itu dan saling membenturkan kepala mereka. Selanjutnya ia kembali membenturkan kepala dua anak itu ke dinding dan lantai berkali-kali.

“Melihat korban masih bergerak, dia menginjak perut dan dadanya. Kemudian dia cek nadinya tidak ada baru yang bersangkutan membuang jenazah ke samping sekolah lewat lorong di sebelah rumahnya,” terang Riko.

Reporter: Syahrial Siregar