Lama Tak Tersentuh Perbaikan, Jembatan Tiga Pancur Rawan Dilalui

oleh -17 views
Truk berbeban berat harus super hati-hati saat melintas di jembatan Tiga Pancur karena bisa oleng dan terbalik. ORBIT/David

Karo-ORBIT: Jembatan Tiga Pancur yang berada di Dusun Sebintun, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, merupakan penghubung jalan yang menjadi jalur evakuasi melewati daerah rawan bahaya erupsi Sinabung bagi sejumlah desa yang berada di Kecamatan Payung, Tiganderket dan Kutabuluh.

Begitu vitalnya fungsi jembatan tersebut apalagi mengingat status Sinabung sampai saat ini masih Awas Level IV, sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karo memberikan perhatian khusus dalam hal pemeliharaan dan perbaikannya.

Namun kenyataan, kondisi jembatan Tiga Pancur saat ini sudah sangat memprihatinkan dan rawan dilintasi baik kendaraan besar maupun kecil bahkan sepeda motor sekali pun. Apalagi pada saat hujan deras, di sekitar lokasi sering terjadi banjir dan sulit dilalui.

Pantauan Orbitdigitaldaily.com, Kamis (31/1) di lokasi, ruas jalan di atas jembatan tertutup material tanah, bergelombang dan berlubang digenangi air. Besi pengaman yang terletak di kiri-kanan di atas jembatan sebagian sudah tidak ada.

Sejumlah besi yang masih menempel di tiang-tiang beton pengaman juga terlihat keropos termakan usia.

Kendaraan yang melintas harus perlahan, bahkan ada yang berhenti di tengah jembatan untuk mengambil jalur yang aman agar mobil tidak oleng dan terbalik. Kondisi jembatan yang sempit dan rusak, membuat kendaraan yang melintas juga harus bergantian.

S beru Karo (53), salah satu warga yang rumahnya hanya berjarak 10 meter dari jembatan tersebut menceritakan, dulu sebelum erupsi Sinabung beberapa tahun lalu jembatan Tiga Pancur sempat diperbaiki.

Setelah itu sampai sekarang tidak pernah lagi. Padahal dalam situasi sekarang, keberadaan jembatan ini sangat menentukan keselamatan ribuan jiwa apalagi jika Sinabung kembali meletus.

“Dapat kita bayangkan kalau sempat terjadi lagi erupsi, dan warga harus dengan cepat dievakuasi dari desa-desa yang ada disekitar sini, bagaimana mau cepat? Belum lagi ratusan truk berbeban berat setiap harinya melintas. Kalau sempat salah mengambil jalur, bisa-bisa truk itu terbalik,” ucapnya.

Begitu pun amatan wartawan disepanjang ruas jalan kabupaten, penghubung antar kecamatan jurusan Kabanjahe-Kutabuluh mulai dari simpang desa Surbakti sampai desa Payung, kondisinya juga cukup memprihatinkan.

Selain sempit, rusak dan berlubang, beram jalan di sejumlah titik pun terlihat terjal dan dalam, sewaktu-waktu dapat mengancam pengguna jalan ketika berselisih. Apakah tidak ada anggaran untuk pemeliharaan jalan dan jembatan ini?

Sementara Kepala Dinas PUPR Karo Ir Paten Purba yang dikonfirmasi Orbit melalui sambungan telepon menyebutkan, untuk tahun anggaran 2019 belum dianggarkan untuk perbaikan jembatan Tiga Pancur. Begitu juga untuk ruas jalan kabupaten mulai dari Kecamatan Simpang Empat menuju Kecamatan Payung, baru akan diusulkan di P-APBD 2019.

“Kemarin kita sudah membersihkan gorong-gorong yang ada di dekat jembatan itu. Untuk perbaikannya secara khusus belum ada dianggarakan. Nanti kalau perbaikan ruas jalan ini jadi dikerjakan, akan diteruskan memperbaiki bagian atas jembatan itu,” kata Kadis menjelaskan. Od-Vid