Lockdown USU Diperpanjang, Mahasiswa Gunakan Sistem Administrasi Akademik Online

oleh -224 views
Lockdown USU diperpanjang menyusul bertambahnya jumlah Covid-19 di lingkungan USU. (Foto: Internet)

MEDAN – Universitas Sumatra Utara melakukan perpanjangan masa penutupan kampus atau lockdown yang awalnya dilakukan sejak tanggal 27 Juli hingga 2 Agustus 2020 diperpanjang hingga 8 Agustus 2020.

Hal ini disampaikan Rektor USU Runtung Sitepu dalam surat edaran yang dikeluarkan pada Minggu (2/8/2020).

Selama masa lockdown, sistem administrasi USU dilakukan secara daring. Hal ini disampaikanKepala Kantor Humas, Protokoler dan Promosi USU, Elvi Sumanti.

Dikatakannya, untuk urusan administrasi dialihkan dengan cara daring atau online.

Sementara untuk administrasi yang tidak memungkinkan dilakukan secara online harus ditunda terlebih dahulu hingga masa penutupan kampus selesai.

“Untuk urusan administrasi dilakukan secara online melalui email. Sementara untuk yang tidak bisa online ya ditunda dulu urusannya,” ujar Elvi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (3/8/2020).

Terpisah, Dani seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP USU mengaku penanganan administrasi yang dilakukan di Fakultas nya seluruhnya dilakukan secara online.

“Syukurnya bisa online semua, jadi saya tidak harus jauh-jauh dari kampung untuk mengurusi langsung ke Fakultas,” ujar Dani.

Dani mengaku administrasi nya menjelang sidang akhir skripsi hingga kepengurusan pasca sidang bisa diselesaikan secara daring.

Namun ada juga beberapa Fakultas yang belum bisa menerapkan sistem online untuk keseluruhan.

Urusan Administrasi Terhambat

Seperti yang dialami Try, seorang mahasiswa tingkat akhir yang baru saja melakukan ujian skripsi dua minggu lalu dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Ia mengaku sedikit kecewa dengan pemberlakuan lockdown. Pasalnya, hal ini menghambat pengurusan administrasi di Fakultas nya.

“Untuk urusan administrasi sedikit terganggu. Karena beberapa fakultas masih menerapkan pengurusan berkas secara offline,” ujar Try.

Try mengaku, di fakultasnya, pengurusan administrasi belum sepenuhnya online. Hal ini menyebabkan jika dilakukan lockdown, pengurusan nya menjadi terhambat.

Saat ini, Try tengah terhambat karena harus mengantar berkas pasca sidang skripsi dan bukti lainnya setelah sidang.

“Sebenarnya enggak masalah lockdown, cuma karena emang belum sepenuhnya administrasi online jadi agak susah. Kalau lockdown tapi administrasi full online ya enggak masalah. Tapi dulu pun pas mau ngurus sidang harus ke kampus ngantar berkas fisik,” ungkapnya.

Seorang mahasiswa Fakultas Teknik, Tisya mengaku sempat kesulitan dalam membuat surat aktif kuliah.

“Untuk buat surat aktif kuliah kata pihak fakultas harus langsung ke kampus padahal ada beberapa mahasiswa yang dimudahkan bisa melalui online. Karena saya tinggal jauh dari medan, dan medan sudah termasuk zona merah jadi saya agak takut untuk kembali ke kampus,” katanya.

Melalui komunikasi dengan pihak Fakultas akhirnya Tisya bisa menyelesaikan administrasi yang ia butuhkan.

“Tapi alhamdulillah setelah memohon akhirnya pihak fakultas mau mengurus surat aktif saya dengan mengirim berkas via online. Tapi sangat disayangkan, yang dikeluarkan bukan surat aktif kuliah malah surat permohonan beasiswa. Ketika saya minta diperbaiki malah tidak ada kabar lagi dari pihak yang bersangkutan,” katanya.

Sumber: tribunmedan.com