LSM LIBAS Khawatir 100 Sampel Swab dari Aceh Selatan Hasilnya Eror

oleh -210 views
Koordinator LSM Libas Mey Fendry SE saat dikonfirmasi Orbitdigitaldaily.com Jumat (7/8/2020)

ACEH SELATAN- Koordinator LSM LIBAS, May Fendri menegaskanya pihaknya khawatir hasil uji swab Lebih dari 100 sampel dari Aceh Selatan si Litbangkes Aceh tidak akurat karena alat untuk menguji sampel itu sudah habis dan akan dibawa ke Jakarta.

“100 sampel dari Aceh Selatan yang akan di uji Swab di Litbangkes Aceh itu sudah lama , jadi kalau dibawa lagi ke Jakarta kami khawatir hasilnya tidak akura bahkan akan eror,” kata May Fendri kepada orbitdigitaldaily.com, Jumat (7/5/2020).

May Fendri menyebutkan jika ini terjadi maka antisipasi penyebaran Virus Korona di Aceh Selatan akan terhambat, makanya kita minta Pemkab Aceh Selatan agar membeli alat tes swab dan Rapidtest sendiri agar tidak tergantung kepada orang lain.

Menanggapi hal itu, Plt. Kadiskes Aceh Selatan, Novi Rosmita membenarkan jika sampel Swab dikirim dengan menggunakan cool box ke Litbangkes Aceh untuk di lakukan pengujian.

“Sampel swab memang dikirim ke Litbangkes Aceh menggunakan coolbox namun setelah sampai di Litbangkes mereka masukkan dulu ke kulkas sebelum diperiksa satu persatu, jadi bukan di simpan begitu saja dalam coolbox, sehingga sampelnya tidak terurus dan beresiko error,” ucap Novi saat di konfirmasi awak media, Jum’at (7/8/2020).

Ia melanjutkan sebelum ada alat penguji Swab di Litbangkes Aceh mekanisme seperti ini juga telah dilakukan saat sampel Swab dikirim ke Jakarta.

“Dulu awal-awal juga sample dikirim ke Jakarta,” lanjutnya.

Novi menambahkan, semua prosedur dan mekanisme pengepakan, pengawasan dan pengiriman telah dilakukan dengan SOP, setiba di Litbangkes Aceh, SOP yang sama juga diterapkan.

“Jadi jika ada sampel yang rusak hingga menyebabkan hasil yang error maka Litbangkes Aceh juga akan segera menghubungi kita untuk mengambil sampel yang baru, ini semua dilakukan dengan memperhatikan SOP yang ada,” ucapnya.

Sementara itu, hingga saat ini pemerintah Aceh Selatan melalui dinas kesehatan juga sedang berupaya melalui pihak rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan secara mandiri di Unsyiah terhadap tenaga medis yang menjadi kontak erat.

“Ini merupakan inisiatif kita untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, terkait tehnisnya apakah alat akan dibeli atau bentuk Kerjasama Operasional (KSO) mungkin lebih jelas jawabnya sama pak direktur RSUDYA, hari ini tim tracking gabungan juga sudah turun ke kampung untuk pemeriksaan rapidtest terhadap kontak erat dan melakukan penyelidikan epidemiologi,” pungkasnya.

Reporter : Yunardi MIS