HeadlineSumatera Utara

Mangkrak, Pemkab Karo Diminta Campur Tangan Selesaikan Huntap Gg Garuda

Karo-ORBIT: Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dalam penanganan pengungsi erupsi Gunung Sinabung, kian dipertanyakan.

Pasalnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat untuk mengakomodir segala persoalan yang menyangkut penanganan pengungsi, namun ada saja permasalahan yang timbul di lapangan.

Kurangnya pengawasan dan banyaknya kepentingan oknum-oknum tertentu, diduga menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan itu. Bahkan disebut-sebut, penanganan pengungsi erupsi Sinabung selama ini diduga dijadikan ajang bisnis.

Salah satu yang menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat saat ini yaitu terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi pengungsi erupsi Gunung Sinabung sebanyak 171 Kepala Keluarga (KK) asal Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, di Hamparan Gang Garuda, Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe.

Masalahnya, pembangunan Huntap dalam program Relokasi Mandiri tahap II tersebut telah terhenti pengerjaannya alias mangkrak. Kondisi bangunan yang terbangun diperkirakan baru sekitar 70 persen, dan dibiarkan begitu saja tak dilanjutkan oleh pengembang.

Sehingga warga yang telah ditetapkan sebagai penghuni harus kecewa, karena bangunan belum bisa ditempati hingga saat ini. Padahal, kebutuhan mereka akan rumah tersebut sudah sangat mendesak.

Pantauan Orbitdigitaldaily.com di lokasi, terdapat puluhan rumah berukuran 5×7 meter yang belum memiliki pintu dan jendela, serta lantai yang masih beralaskan tanah. Kamar mandi pun terlihat belum ada. Dari 171 rumah, ada sekitar 35 rumah yang telah selesai dibangun dan layak huni, namun baru delapan rumah yang telah ditempati oleh pemiliknya.

Informasi dihimpun, sudah hampir setahun pembangunan rumah tersebut terhenti karena pengembang (kontraktor) menghentikan pekerjaannya, dan tiba-tiba menghilang tak diketahui rimbanya, mulai Juni 2018 lalu. Belum diketahui penyebab pastinya, namun beredar kabar dia (pengembang-red) enggan melanjutkan pekerjaannya akibat adanya kesalahan prosedur.

Sangapta Purba (40) salah satu warga Desa Gurukinayan yang ditemui Orbit di lokasi hamparan gang Garuda menyebutkan, pembangunan hunian di gang Garuda ini sudah hampir setahun terhenti. Namun belum ada terlihat pembangunannya akan dilanjutkan kembali. Pemkab Karo pun disebut seperti lepas tangan. Karena setelah sekian lama, belum juga ada solusi dari pemerintah bagi mereka.

“Ada sekitar 35 rumah dari 171 rumah yang telah selesai dikerjakan dan layak untuk dihuni. Itu karena pada waktu pembangunannya kami selaku panitia (Aron) mengawasinya sampai selesai. Kalau tidak, pasti kondisinya seperti yang lain itu,” ungkap Sangapta.

Menurutnya, mangkraknya pembangunan hunian ini karena minimnya pengawasan baik dari pihak pengungsi maupun dari Pemerintah Kabupaten Karo. Namun katanya, bukan masalah yang perlu dicari, tapi solusi bagaimana pembangunan hunian gang Garuda ini dapat diselesaikan.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karo untuk campur tangan dalam penyelesaian rumah ini. Jangan dibiarkan kami seperti ayam kehilangan induk. Agar hidup kami para pengungsi tidak terombang-ambing seperti sekarang ini,” harapnya. Od-Vid/Bam

Komentar Facebook

Artikel Terkait