MedanSumatera Utara

Masyarakat Diingatkan Tak Mudah Termakan Mitos Tentang Kontrasepsi

Medan-ORBIT: Penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu cara untuk mengendalikan angka kelahiran di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

Sehingga Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut, Drs Temazaro Zega MKes mengaku akan terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dengan metode kontrasepsi modern yang hasilnya tentu lebih efektif dan efisien.

Selain itu, berharap agar pasangan yang akan menikah nantinya lebih aktif mencari tahu mengenai informasi yang akurat seputar kontrasepsi pada sumber yang terpercaya. Sehingga tidak mudah termakan mitos tentang kontrasepsi.

Kontrasepsi merupakan metode yang digunakan untuk mencegah kehamilan atau keluarga berencana. Ada dua metode kontrasepsi yang dikenal, yakni tradisional dan modern. Metode tradisional meliputi pantang berkala (kalender), senggama terputus, dan jamu.

“Sedangkan metode modern meliputi sterilisasi, pil KB, IUD, suntik KB, kondom. Untuk itu kita mengharapkan agar para pengguna kontrasepsi tradisional segera beralih modren selain lebih aman dan lebih sehat,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Prov Sumut, Rabu (5/12/2018) dalam konfrensi pers humas dan media dalam rangka sosialisasi hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017.

Kesempatan itu Temazaro menjelaskan jika melihat dari jenisnya, penggunaan kontrasepsi modern sampai saat ini masih menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kontrasepsi tradisional.

Fakta itu sesuai dengan data yang ditunjukan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 hingga 2017 memperlihatkan kontrasepsi tradisional masih digunakan meskipun didominansi pengguna kontrasepsi modren.

“Meskipun kebutuhan alat kontrasepsi setiap orang berbeda-beda, kita tetap  meminta agar pengalihan ke modern sangat diharapkan karena penggunaan alat kontrasepsi modern lebih aman dan efektif,” terangnya.

Dikatakanya meskipun pertambahan penduduk masih terjadi, akan tetapi angka Total Rertility Tate (TFR) sudah mengalami penurunan meskipun belum mencapai sasaran Renstra (Rencana Strategis). Om-11

Komentar Facebook

Artikel Terkait