Film & MusikNasional

Masyarakat Ragu Bayar Pajak, Ini Alasannya

Tertangkapnya oknum pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menurunkan kepercayaan masyarakat untuk bayar pajak. Hal itu bisa berdampak pada penurunan penerimaan negara.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengatakan, tertangkapnya oknum tersebut bisa menciderai kepercayaan masyarakat pada Kemenkeu. Padahal, Kemenkeu memiliki tugas penting yakni mengelola anggaran negara.

Dia menuturkan, jika kepercayaan masyarakat memudar maka penerimaan negara bisa turun karena mereka enggan membayar pajak.

“Ini yang harus dilakukan penertiban karena mencoreng Kemenkeu, karena ini menghambat sumber penerimaan terutama dari sisi perpajakan dan sebagainya. Karena ini berkaitan trust publik terhadap pemerintah khususnya Kemenkeu sebagai otoritas pengumpul pajak, yang merencanakan anggaran,” kata dia di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Dampak selanjutnya, kata dia, hal tersebut menghambat program-program yang diterapkan pemerintah.

“Kalau ada kasus-kasus seperti ini dan menyebabkan trust publik berkurang. Ini akan mengurangi efektivitas daripada berbagai kebijakan atau program pemerintah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Faisal mengatakan, Kemenkeu mesti memberi sanksi tegas supaya kasus serupa tidak kembali terulang. Dia juga menyebut harus ada upaya pencegahan.

“Oleh karena itu harus tegas dari institusi, Kemenkeu melakukan tindakan tegas. Bukan saja hanya yang tertangkap, tapi mereka yang ada di dalam,” tutupnya.

Sebagai informasi, oknum pegawai Kemenkeu berinisial YP terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada pekan lalu. Dia tertangkap karena dugaan gratifikasi terhadap penyelenggara negara. Gratifikasi itu berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara Perubahan (APBNP) 2018. dtc

Komentar Facebook
Menampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait