HeadlineHukum & Kriminal

Mega Korupsi Proyek IPA PDAM Tirtanadi Rp58 M, Suhairi & F Jadi Tersangka

Medan-ORBIT: Mengendap dan tersendat-sendat. Tiga tahun lamanya. Kini, dugaan korupsi proyek IPA PDAM Tirtanadi senilai Rp58 miliar 2014 memasuki babak baru.

Kajari Belawan Yusnani SH, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Agus Salim, Kajati Sumut, DR Bambang Sugeng Rukmono SH MH  pihak yang pantas mendapat tepuk tangan.

Petinggi-petinggi kejaksaan ini tak goyah, oleh tekanan-tekanan pihak luar yang mencoba menghentikan mega korupsi di PDAM Tirtanadi.

Ketiga orang di lembaga Adhyaksa itu, mampu menepis keraguan masyarakat dalam kasus tersebut. Informasi dihimpun Orbitdigitaldaily.com, Minggu (5/8/2018), Kejari Belawan sudah menetapkan dua tersangka atas kasus yang merugikan negara puluhan miliar.

Beberapa orang petinggi di PDAM turut dimintai keterangan di antaranya Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution dan Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian.

Kemudian, mantan Kepala Divisi Keuangan PDAM Tirtanadi Irwansyah Siregar, mantan Direksi Mangindang Ritonga dan Ahmad Thamrin serta pihak rekanan juga sudah diperiksa.

Namun, diantara para petinggi yang diperiksa, Kejari Belawan baru menetapkan dua orang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ir M Suhairi, MM dan F dari pihak swasta.

Orbitdigitaldaily.com melakukan konfirmasi terkait adanya penetapan tersangka dalam kasus ini melalui telepon selularnya, namun Kajari Belawan tak memberikan jawaban.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi C Hanafiah Harahap SH mengapresiasi langkah Kejari Belawan yang sudah menetapkan dua orang tersangka.

“Saya terkejut dan sekaligus mengapresiasi kerja Kejari Belawan dalam penetapan tersangka ini. Dari tiga tahun yang lalu, saya sebenarnya sudah menyoroti dugaan korupsi pembangunan IPA Martubung senilai Rp58 miliar,” ucapnya, Minggu (5/8).

Politisi Golkar itu membeberkan persoalan di sana sudah cukup banyak. Namun, selama tiga tahun itu, kejaksaan belum menunjukan kerja yang nyata. Apalagi, sebelumnya terungkap kabar jika proses pembangunan IPA Martubung itu tidak ada masalah.

“Saya harap Kejari jangan hanya menetapkan dua tersangka saja. Tapi ada penetapan tersangka yang memang orang yang harus bertanggungjawab dalam proyek ini,” ujarnya singkat.

Dirinya berharap agar pihak Kejari Belawan tetap bekerja secara profesional tanpa ada tebangpilih dalam penetapan tersangka.

“Saya minta jangan ada tebang pilih dalam penetapan tersangka untuk kasus ini. Jika ada yang terlibat jangan ditutupi, meski dia orang nomor satu di PDAM,” tegasnya.

Sumber Orbitdigitaldaily.com, mengatakan akan ada pemeriksaan 25 orang saksi untuk dua tersangka yang sudah ditetapkan penyidik. Ia juga menyebutkan, akan ada penetapan tersangka lain dalam kasus ini dan tidak tertutup kemungkinan lebih lima orang tersangka.

“Infonya akan ada penetapan tersangka setelah pemeriksaan saksi untuk dua tersangka yang sudah ditetapkan penyidik. Dan tidak menutup kemungkinan melibatkan petinggi di PDAM,” urainya.

Dari data yang diterima, laporan pengaduan tentang proyek IPA Martubung seperti pembangunan Direksi Keet, kantor lapangan, barak, gudang, jalan atau akses, pagar proyek, pembersihan lokasi, papan nama proyek dan lainnya dengan pagu anggaran Rp75 juta.

Kemudian, perizinan dengan pagu anggaran Rp150 juta. Perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan, akomodasi, transportasi, air tiket, office dengan pagu anggaran Rp50 juta.

Lalu, pengukuran atau staking out Rp7,5 juta, investigasi atau survei Rp15 juta, utilitas pelaksanaan dan pek Rp85 juta, mobiliasasi personil dan peralatan Rp45 juta, pengadaan dan pelaksanaan pembangunan IPA kapasitas minimum 200 liter per detik Rp15.494.727.115, pengadaan pelaksanaan pekerjaan instrumentasi atau SCADA Rp3.491.269.750, pengadaan dan pelaksanaan pembangunan rehabilitasi booster pump existing Rp7.676.874.459, pengadaan pelaksanaan pembangunan rumah daya di IPA Martubung Rp6.109.211.627.

Selain itu, untuk pembangunan kantor seluas 200 m2, untuk pengadaannya sebesar Rp1.449.135.315, dan untuk pelaksanaan chemical building sebesar Rp3.140.386.966. Sedangkan pembangunan sludge lagoon IPA menelan biaya Rp988.531.712.

Lalu, untuk unit bangunan penunjang sebesar Rp2.326.919.475, pengadaan pemasangan pipa transmisi air baku sebesar Rp. 4.396.041.648, pengadaan dan pelaksanan pembangunan intake Rp7.480.827.223, uji coba Rp25 juta, laporan Rp15 juta. Ada juga untuk pelatihan atau transfer of knowladge sebesar Rp25 juta, pembersihan Rp7,5 juta dan demobilisasi Rp18 juta.

Diketahui, kasus dugaan korupsi IPA Martubung senilai Rp58 miliar ditangani Kejari Belawan.Or-10/11

Komentar Facebook

Artikel Terkait