HeadlineSumatera Utara

Metode Kampanye Pemilu Pakai Medsos Diperbolehkan, Ini Syaratnya

Tebingtinggi-ORBIT: Kampanye Pemilu melalui media sosial (medsos) diperbolehkan. Namun tak satupun partai di Tebingtinggi melayangkan formulir kampanye ke pihak berkompeten di sana.

Penegakkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 23 tahun 2018  ayat (1) perihal Pendaftaran akun media berdormulir  point ponint c Model FK-MEDSOS.DPRD-KAB/KOTA jelas diperbolehkan.

Akan tetapi, daya tarik sarana kampanye dunia maya itu belum menjadi strategi utama bagi tiga ratusan kontestansi yang bakal bertarung rebut posisi di parlemen.

Kepala Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas dan SDM), Komisi Pemilihan Umum, Zulkifli Hasan menegaskan, pengajuan permohonan dibuat dalam rangkap empat.

Secara berjenjang, surat formulir itu ditujukan kepada KPU, KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kab/Kota, Kepolisian, Calon, Partai dan Koalisi dan calon DPD sebagai arsip.

Akan tetapi, tidak satupun elite Partai di Tebingtinggi melayangkan surat permohonan pendaftaran kampanye melalui akun media sosial ke lembaga penyelenggara pemilu itu.

Design materi dimedsos meliputi, visi misi dan program peserta Pemilu, di antaranya  tulisan, suara, gambar atau penggabungan antara tulisan, suara dan gambar yang bersifat naratif dan grafis, karakter interaktif dan tidak interaktif.

Zulkifli  menekankan, formulir pengajuan kampanye di media sosial memiliki aturan. Perlehatan kampanye medsos dilayangkan satu hari sebelum status kampanye itu dishare ke publik.

“Kampanye di Medsos tidak dilakukan secara perseorangan, namun akun yang diajukan harus atas nama partai, jelasnya itu merupakan akun pPartai, dan berakhir pada waktu terakhir massa kampanye,” kata Zulkifli

Ketidaktahuan caleg berujung tudingan, bahwa Lembaga KPU tidak melakukan sosialisasi. Menurutnya, terbitnya PKPU no 23 tahun 2018, secara langsung menjadi cara para caleg melakukan metode merekrut simpati pemilih.

“Jumat pekan lalu kita telah memanggi para Elit ketua partai, jadi nggk benar dugaan itu,” bantahnya.

Omryn Silalahi, salah satu caleg Partai PKP Indonesia Tebingtinggi kepada media mengaku mengetahui perihal kampanye di sosmed itu.

Kendati belum melakukan melayangkan surat formulir permohonan kampanye medsos tersebut, kampanye via digital itu, menjadi langkah awal upaya merebut simpati atas dirinya.

“Pekan ini, kemungkinan kita akan ajukan formulir kampanye ke KPU melalui akun partai,” ujarnya. Od-15

Komentar Facebook

Artikel Terkait