Mogok Ditengah Perlintasan, Truk Pembawa Pupuk Ditabrak Kereta Api

SERGAI| Satu unit truk bermuatan pupuk tertabrak kereta api penumpang di pintu perlintasan kereta api Desa Pasar Bengkel Kecamatan Perbaungan Serdang Bedagai ( Sergai ) pada Selasa (19/3/2024) sekitar pukul 20. 25 WIB.

Akibat kejadian tersebut, truk yang datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi itu ringsek berat dan sang pengemudi melarikan diri,sementara lokomotif kereta api jurusan Medan menuju Tanjung Balai itu juga mengalami kerusakan parah dan kondisi masinis mengalami luka dan dilarikan ke RSUD Sultan Sulaiman Sergai.

informasi yang didapat di sekitar TKP menyebutkan bahwa sebelum kejadian, truk yang diduga mengalami blong rem itu menabrak pintu perlintasan kereta api yang sudah tertutup, dan saat berada di tengah rel kereta api, truk yang belum diketahui identitas pengemudinya itu mati, sehingga tertabrak oleh kereta api dengan nomor lokomotif BB 2037803 yang sedang melintas.

“tadi rem truk itu kayaknya blong , jadi nabrak palang pintu kereta api, dan waktu posisi truk udah ditengah mati pula. supirnya udah nyoba ngidupin truk, tapi nggak mau nyala , jadi ya ketabrak kereta api “. ucap warga sekitar yang tidak mau disebut namanya.

kejadian yang sempat direkam oleh warga ini dibenarkan oleh Kapolsek Perbaungan AKP. S. Gurusinga.

“iya diduga truk dalam kondisi blong rem nya, sehingga menabrak pintu perlintasan kereta api dan mati ditengah rel kereta api, sehingga tertabrak oleh kereta api yang sedang melintas “. kata Gurusinga.

selain menyebabkan masinis mengalami luka luka, kejadian ini juga sempat memacetkan kendaraan, karena posisi kereta api terhenti di jalan lintas Sumatera, namun tak berapa lama, kereta api berhasil dievakuasi ke stasiun yang jaraknya tidak jauh dari TKP.

hingga berita ini dikirim, kereta api masih dievakuasi di stasiun Pasar Bengkel, dan jalur kereta api Medan Tebing Tinggi belum dapat berfungsi, sementara sebagian penumpang kereta api masih berada di stasiun Pasar Bengkel menunggu jemputan dari keluarga..

Reporter: Pujianto