Musda PSSI dan Persal Aceh Selatan Berlangsung Panas

oleh -599 views
Forkopimda Aceh Selatan foto bersama dengan pengurus Askab PSSI dan Persal Aceh Selatan usai dibuka oleh Plt Bupati Aceh Selatan Tgk Amran Sabtu (18/01/2020) di Aula Dinas Parawisata Tapaktuan. (orbitdigitaldaily.com/Yunardi)

ACEH SELATAN – Demi kelancaran dan ketertiban penyelenggaraan kongres biasa pemilihan asosiasi dan Musda Persal Kabupaten Aceh Selatan, gelaran Kongres Asosiasi Kabupaten (Askeb) PSSI dan Musda Persal Aceh Selatan tahun 2020 berlangsung panas dingin.

Pelaksanaan Kongres Askab PSSI dan Musda Persal yang juga dihadiri Plt Bupati Aceh Selatan Tgk Amran, Forkopimda Kabupaten Aceh Selatan, kepala OPD, dan pengurus PSSI Aceh, PSSI Aceh Selatan dan Pengurus Olah Raga se-Aceh Selatan berlangsung Sabtu (18/1/2020).

Panitia pelaksana Kongres Askab PSSI dan Musda Persal, Irwandi Pante SP mengatakan pelaksanaan kegiatan ini tujuannya untuk memilih ketua baru.

“Sehingga dengan lahirnya bibit baru, Alhamdulilah, Aceh dapat mengikuti PON. Dan dengan lahirnya pengurus baru di PSSI ini, alhamdulilah dapat menuju Aceh Selatan hebat,” ucapnya.

Menurut Irwandi, Kongres Askab PSSI dan Musda Persal yang selama ini maju dan mundur itu bukanlah satu patokan.

“Karena PSSI adalah bidang yang melakukan pembinaan sepak bola se Aceh Selatan. Di dalam pemilihan ini, tidak lagi kita membicarakan,maju mundur lembaga ini. Namun ke depan ini kita hanya melakukan pembinaan dengan sendirinya bibit bola yang berprestasi,” tuturnya lagi.

Dalam pemilihan ketua, Irwandi menyatakan tidak ada istilahnya feto.

“Biarlah para peserta memilih dengan hati nurani mereka. Siapa yang terpilih, itu lah dia. Yang jelas lembaga kepengurusan Askab PSSI dan Persal Aceh Selatan kedepan ini menuju Aceh Selatan hebat,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran mengatakan, pemerintah siap siap mendukung.

“Apa lagi di bidang persepak bolaan, maju maupun mundurnya bidang olah raga persepakbolaan di Kabupaten Aceh Selatan tergantung kepada perekrutan para pemain sepak bola. Baik tingkat kecamatan maupun tingkat desa,” tutur Amran.

Reporter: Yunardi