Medan  

Nezar: Kota Medan di Usia 430 Tahun, Janji Walikota Hanya Isapan Jempol

Nezar Dzoeli Sekretaris Perkumpulan D14

MEDAN – Sekretaris Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empatbelas (D’14) HM Nezar Djoeli ST merefleksi Kota Medan diusia 430 tahun melihat masih biasa-biasa dan tidak ada yang dapat dibanggakan, akibat janji-janji oknum Kepala Daerah terpilih.

“Usia 430 tahun tidak muda lagi, tapi Kota Medan masih saja terlihat biasa saja. Belum ada yang bisa dibanggakan terhadap pembangunan-pembangunan skala Nasional dan APBD Kota Medan disebabkan kewenangan antara pemerintah kota, provinsi dan pusat tumpang tindih,” kata Sekretaris Perkumpulan Masyarakat D’14 (Demokrasi 14), HM Nezar Djoeli ST, Minggu (5/7/2020) di Medan.

Politisi Partai NasDem ini menyayangkan dalam satu dekade para Wali Kota Medan terpilih terkesan tidak perduli dan kurang memahami bagaimana merebut hati pemerintah pusat dalam menggelontorkan anggaran- anggaran dari pusat khususnya untuk anggaran infrastruktur jalan maupun sungai yang menjadi kewenangan pusat.

“Ironisnya ketika ada kontestasi pemilihan kepala daerah, para calon kepala daerah selalu mengumbar janji-janji dengan menjual konsep-konsep pembangunan yang baik, tetapi ketika terpilih dan menjabat sebagai Wali Kota Medan, semuanya hanya isapan jempol semata dan jadi korban janji kosong,” tegasnya.

Nezar mengatakan khususnya untuk Medan Utara banyak yang mengaku-ngaku tokoh di Medan Utara dan menjadi team suksesnya para calon kepala daerah, yang pada masa perjuangannya diberikan janji- janji pembangunan yang merata dan bantuan-bantuan kemasyarakatan sosial menjadi skala prioritas, tapi ketika menjabat semuanya terlupakan oleh kepala daerah tersebut.

“Akibatnya, pembangunan Kota Medan terus saja tidak seindah yang dibayangkan orang-orang yang melihat dari luar Kota Medan. Harusnya dengan usia sudah 430 tahun, Medan menjadi salah satu kota megapolitan yang ada di dunia, bahkan sebagai percontohan kota-kota lainnya,” ujarnya.

Reporter : Anton Samosir