Kota Medan

Pansel Harus Cari Calon Komisioner Berintegritas

Medan ORBIT: Pengamat Sosial dan Budaya Hamdan Nur Manik menegaskan Panitia Seleksi (Pansel) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut harus mencari figur yang benar-benar berintegritas agar pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang akan datang bisa berjalan berintegritas juga.

Hal itu disampaikan Hamdan kepada wartawan, Sabtu (12/5/2018) menanggapi proses seleksi Calon Komisioner Bawaslu Sumut yang saat ini tengah berjalan.

Menurut Hamdan Pansel tentu lebih tahu mencari figur yang benar-beanr berintegritas tersebut karena sebelum melakukan proses pendaftaran Pansel sudah diberikan pembekalan.

Namun, sebagai masyarakat harus melakukan pengawasan kepada Pansel agar tidak salah dan tetap pada jalannya agar tidak terjadi transaksi pragmatis karena apa yang dihasilkan adalah untuk lima tahun mendatang.

“Pansel Bawaslu Sumut saat ini sedang melakukan perekrutan Calon Komisioner Bawaslu Sumut, sementara Pansel KPU Sumut sudah terbentuk namun belum melakukan perekrutan,” kata Hamdan.

Khusus untuk Pansel Bawaslu Sumut sebut Hamdan saat ini sedang berjalan proses seleksi administrasi dan dalam waktu dekat ini akan diumumkan siapa-siapa saja yang akan lolos daari seleksi administrasi tersebut.

Hendaknya sebut Hamdan lagi Pansel transparan dalam menyampaikan hasil seleksi administrasi tersebut bila perlu bobot nilai administrasinya diumumkan ke publik agar publik bisa melakukan pengawasan. Sebab kata Hamdan tahun-tahun lalu pansel tidak mengumumkan bobot nilai administrasi bagi calon komisioner yang lolos dan tidak lolos.

“Jangan sampai figur yang tak layak dan memiliki track record buruk lolos sehingga menimbulkan kecurigaan di tengah-tengah masyarakat. Misalnya karena satu alumni dari organisasi tertentu atau sama-sama satu almamater dari kampus tertentu diloloskan karena hal ini bukan menjadi ukuran. Yang menjadi ukuran itu sudah ada seperti latar belakang pendidikan calon apakah dari S1,S2,S3 atau guru besar,pengalaman, serta tulisan ilmiah itu semua sudah ada bobot nilainya,” kata Hamdan kembali.

Sebab menurut Hamdan bukan tidak mungkin para calon komisioner yang sedang diseleksi ini merupakan titipan dari oknum-oknum yang memiliki kepentingan untuk Pemilu 2019 mendatang agar memudahkan duduk dikursi legisaltif atau eksekutif. Nah, jika calon komisioner titipan ini dilolosakan oleh Pansel maka sudah bisa dipastikan pelaksanaan Pemilu 2019 akan berjalan dengan curang.

“Tugas Pansel sangat  berat yakni harus bisa menyeleksi figur-figur yang benar benar bebas dari kepentingan dan berpengalaman. Jika nantinya dihasilkan figur yang merupakan titipan dan itu bisa dibuktikan maka kinerja pansel patur dipertanyakan,” sebut Hamdan.

Dijelaskan Hamdan masyarakat juga harus melakukan peran aktifnya memberikan masukan kepada Pansel secara resmi lewat tahap tanggapan masyarakat sebelu Pansel menetapkan calon komisioner.

“Manfaatkan tahap tanggapan masyarakat kepada calon komisioner Bawaslu Sumut nanti dengan memberikan laporan yang benar kepada Pansel,” ungkap Hamdan.

Sementara informasi yang diperoleh, saat ini Pansel sedang melakukan seleksi berkas administrasi terhadap ratusan pendaftar dan kabarnya akan diumumkan pada 15 Mei 2018. Pandaftar yang akan lolos diperkirakan hanya 56 orang dengan asumsi 8 kali kebutuhan . Bawaslu Sumut berjumlah 7 orang berarti 8 kali 7 berjumlah 56 orang.

Salah satu pendaftar calon Komisioner Bawaslu Sumut Muhammad Taufik menegaskan dirinya mengaku pasrah dengan hasil yang akan diumumkan Pansel nantinya.Taufik yang merupakan bagian dari penyelenggara Pemilu ini berharap agar seleksi dijalankan dengan transparan dan berintegritas. Or-13

Komentar Facebook
Menampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait