ACEH TAMIANG | Hingga memasuki hari ke 12 pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, jaringan listrik masih padam. Hal tersebut membuat warga harus bertahan di posko maupun rumah yang masih bisa dipergunakan untuk beraktivitas dalam kegelapan.
Dari pantauan di lokasi terlihat Kota Kuala Simpang gelap gulita yang mengakibatkan aktivitas masyarakat menjadi lumpuh. Sedangkan di posko posko pengungsian sebahagian warga menggunakan lilin dan juga membakar kayu sebagai alat penerangan.
M. Rafy Al hafiz salah seorang warga Karang Baru mengatakan sebelumnya listrik sempat hidup namun tidak lama kemudian padam kembali.
“Kemaren katanya pada tanggal 7 sudah bidup gak bisa juga dikatakan 97%, soalnya nanti hidup, habis tuh mati kembali gak bisa juga dikatakan sudah normal,” ucapnya.
Ia berharap semuanya cepat membaik karena butuh penerangan dan lilin pun susah dicari. Semoga semuanya lekas pulih, terang Hafiz.
Terkait hal tersebut Kementerian SDM Bahlil Rahadian sebelumnya mengatakan bahwasanya 93 % pasokan listrik di Aceh sudah kembali normal.
Namun terang yang dijanjikan untuk Aceh tak kunjung datang di sejumlah wilayah terdampak bencana. Bahlil menyampaikan permintaan maaf atas pernyataan tersebut.
Banjir bandang yang menerjang meluluh lantakkan hampir seluruh wilayah di Aceh Tamiang. Mengakibatkan Kantor PLN tidak luput dari banjir serta membuat hancurnya tiang listrik dan tower yang menyebabkan terputusnya jaringan listrik di kabupaten tersebut. (OM/011)







