AcehHeadline

Pekerjaan Proyek Tambak di Pereulak Timur Asal Jadi, Pemilik Terancam Merugi

Aceh Timur-ORBIT: Pemilik tambak Desa Kruetlintang, Kecamatan Pereulak Timur, komplain terhadap proyek pekerjaan rehab tambak dan rehab saluran air kawasan komoditi unggulan perikanan budidaya ikan dan bandeng mukim Aluenireh, karena pekerjaan itu tak dapat dimanfaatkan.

“Yang kita komplain tambak ini dibuat asal jadi. Tambak di tepi sungai yang sudah dikeruk menggunakan beko, kerap direndam banjir air pasang karena bentengnya rendah. Kemudian tambak yang dikeruk hanya bagian tepi, sedang bagian tengah tidak dikeruk, padahal tambak ini sebelum dikeruk dapat digunakan tapi setelah direhab ini malah tidak bisa digunakan,” kata pemilik tambak yang minta namanya tidak ditulis Rabu (10/10/2018).

Dikatakan pihak pelaksana saat melakukan pekerjaan tidak menggubris permintaan pemilik tambak, agar meninggikan benteng tambak ditepi sungai dan mengerjakan sesuai speksifikasi. “Kita minta kembali diperbaiki, jika tidak kami pemilik tambak bisa merugi,” katanya.

Terpisah kepala desa Kruetlintang Idris, membantah jika pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana, dikerjakan asaljadi, karena pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi dan anggaran.

“Pelaksana mengerjakan telah sesuai, masalah tambak tak bisa digunakan itu salah pemilik karena saat pekerja di lapangan, pemilik tambak disuruh datang tapi tidak mau,” kata Idris.

Selain itu secara terpisah kepala Dinas Perikanan Aceh Timur Syawaludin ditemui di ruangannya, mengatakan paket kegiatan rehab tambak dan rehab saluran air kawasan komoditi unggulan perikanan budidaya ikan dan bandeng mukim Aluenireh, dengan angaran Otsus 2018 senilai Rp512 juta, pelaksana Alfaiz Jaya Pratama dan pengawas PT Griyainovasuprofitia adalah kegiatan yang dikelola provinsi.

“Kegiatan itu semua dikelola provinsi, itu urusan provinsi, kita hanya mengusulkan, jika dikerjakan tidak sesuai speksifikasi atau ada masalah konfirmasi ke pelaksana,” kata Syawaluddin.

Terpisah, Ketua Komunitas Aneuknanggro (KANA) Muzakir mendesak pihak rekanan harus bertanggungjawab dengan segera melakukan perbaikan tambak.

“Karena hasil dari kita investigasi kelapangan jika tidak kembali diperbaiki, pemilik tambak harus mengeluarkan biaya lagi untuk memperbaiki tambak. Kontraktor juga harus tau diri, jangan hanya memikirkan keuntungan saja, namun yang dikerjakan juga harus dapat dimanfaatkan,” kata Muzakir.

Muzakir juga menyarankan agar pemilik tambak melaporkan persoalan itu pada kepolisian, jika pihak kontraktor tidak kembali memperbaiki tambak tersebut dalam waktu dekat, kata Muzakir. On-Ard

Komentar Facebook

Artikel Terkait