Hukum & KriminalNasional

Pemasok Sabu untuk Ibrahim Hongkong Ditembak Mati BNN

SETELAH masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 24 Agustus 2018, Burhanudin terpaksa ditembak mati Badan Narkotika Nasional (BNN) saat penangkapan di Gempong Pintu, Aceh Besar, Rabu (7/11/2018) malam.

Burhanudin yang merupakan warga Palo Glumpang Baro, Pidie, Aceh itu adalah salah satu buronan jaringan narkoba Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong (31), eks anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Fraksi Partai NasDem yang lebih dulu diamankan.

“Burhanudin adalah pemasok narkoba jenis sabu dan ekstasi kepada Ibrahim Hongkong yang ditangkap oleh BNN pada Agustus di Pangkalan Susu, Sumut,” kata Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba BNN RI Inspektur Jenderal Arman Depari, Kamis (8/11/2018).

“Anggota berusaha melumpuhkan dengan memberikan tembakan peringatan. Namun tidak dihiraukan oleh tersangka, sehingga tembakan diarahkan ke bagian tubuhnya,” kata Arman lagi.

Setelah roboh, kata Arman, petugas kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit setempat. Akan tetapi, setibanya di rumah sakit, Burhanudin dinyatakan telah meninggal dunia.

“Saat ini kita masih berupaya melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti,” ujar dia, dilansir CNNIndonesia.

Sebelumnya, BNN menangkap dan menetapkan 13 orang tersangka penyeludupan sabu 105 Kg dan 30 ribu butir ekstasi dari Malaysia ke Indonesia, Senin (20/8). Barang haram itu merupakan milik gembong narkoba Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong yang tak lain merupakan anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Fraksi Partai NasDem.

Ibrahim Hongkong yang terdaftar dalam DCS (Daftar Calon Sementara) anggota legislatif Kabupaten Langkat untuk Pemilu 2019, ditangkap saat melakukan kampanye di Pelabuhan Pangkalan Susu.

Sebelum tertangkap atas kasus 105 kg sabu dan 300 ribu pil ekstasi bersama rekannya, Ibrahim mengaku sudah berkali-kali menyelundupkan puluhan kilo sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut.

Komentar Facebook

Artikel Terkait