Pembantu Rumah Tangga Polisikan Majikan

oleh -456 views

Siantar-ORBIT: Dokter gigi, HS membantah semua tuduhan penganiayaan dan penyekapan pembantu rumah tangga, Serti Mariana Butarbutar, yang melaporkannya ke Mapolres Siantar. HS mengungkapkan semua itu tidak benar mendatangi rumahnya di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

HS menyambut beberapa jurnalis dengan santun, kemudian dengan tutur yang lembut dia membantah dengan menceritakan setiap yang dituduhkan kepadanya. Dia juga tak menyangka dilaporkan ke pihak kepolisian.

HS pun mengajak jurnalis melihat sesisi ruangan di rumahnya, sambil bercerita tak pernah menyekap Serti di kamar mandi, hal ini ia buktikan sambil menunjukkan kondisi pintu kamar mandi yang tidak memiliki kunci, hanya ditempeli lak ban, karena Serti kerap mandi dalam kondisi polos tidak menutup pintu tanpa alasan.

“Lihat lah ini pun kamar mandi tidak ada kuncinya, cuma dipasangi lak ban, yang bagaimana lah itu dibilangnya saya sekap. Ini di lak ban supaya bisa menutup pintu, dia mandi suka telanjang, aku kan gak mau anak lajangku melihat dia begitu,” jelas HS, Kamis (1/3).

Penyekapan juga dibantah keras HS, mengingat setiap hari Serti bisa bebas keluar masuk. Di antaranya saat setiap kali membuang sampah ke gerbang kompleks yang diketahui sekuriti. Selain itu, Serti selama ini sudah dianggap anak sendiri, yang juga diberi uang saku untuk jajan.

Setelah melihat kondisi kamar mandi, HS juga menunjukkan kepada jurnalia kondisi ventilasi yang pecah tempat Serti diduga melarikan diri. HS. menduga beberapa luka Serti karena terjatuh saat melarikan diri. “Itu lah dia lari dari ventilasi kamar mandi. Di belakangnya ada penyimpanan barang yang alasnya asbes, mungkin diinjaknya makanya jatuh dia itu. Mungkin itu lah ada bekas luka dia,” jelas HS.

Soal tuduhan mencuri, HS menjelaskan ia sudah pernah merasakan malu saat membawa Serti bersamaan, di mana Serti ketahuan mencuri kalung emas di Pasar Parluasan. Selain itu banyak cerita dari orang dekatnya bahwa Serti sudah berulangkali ketahuan. “Pernah dia mencuri kalung emas saat samaku ke Pasar Parluasan, bisa saya pertemukan dengan orangnya. Malu kali aku karena posisinya dia kan anakku. Padahal dia buat itu semua dia tidak butuh, tapi mungkin supaya buat aku stres. Sudah itu soal dia mencuri masih ada saksinya lainnya, sat di antaranya Pak Cahya jemaat Sumber Jaya,” ungkap HS.

Selain itu, HS membeberkan bahwa Serti diduga ketergantungan obat-obatan dan keabnormalan sex yang habit. Hal ini diidap Serti jauh sebelum bekerja bersama HS. “Banyak warga bilang ke dia itu sudah habisnya obatmu Serti, karena melihat tingkah dia yang aneh-aneh. Pernah kedapatan kami juga dia mohon maaf ya masturbasi tangannya dua-dua di area sensitifnya itu. Dia juga kerap buka baju, lama-lama di kamar mandi berulangkali tapi gak ada aktifitas atau terdengar suara air. Kemarin ketemu polisi, mereka bilang dia diduga narkoba, lesbian dan sex habit” beber HS.

HS juga membantah pernah melukai tubuh Serti apalagi pernah menyiram Serti dengan air panas. Kata HS, Serti memang kerap melukai wajah hingga berdarah dan caranya mengorek jerawat hingga berdarah, lalu darahnya ditempelkan ke dinding. Terkadang darahnya diukir menjadi tulisan. “Dia memang suka melukai wajahnya. Dikoreknya jerawatnya sampai berdarah, terus ditempelinya ke dinding-dinding. Pernah dibuatnya tulisan Blood pakai darah di kaca. Dia ini kurasa psikopat dan paranoid suka buat misteri-misteri kebanyakan
nonton film horror barat. Dia mau buat aku stres dan jatuh sakit lagi, cuma kubilang aku gak takut dan udah nonton film yang diperagakan si Serti. Itu hanya modus dia bersandiwara, cuma aku coba mengerti dirinya dan jadi temannya,” ungkap HS sambil memeragakan kelakukan aneh Serti.

Soal tidak menggaji selama bekerja, kata HS itu sesuai kesepakan dengan orangtua. Di mana Serti boleh tinggal hingga makan di rumah HS layaknya anak sendiri mengingat ibu kandung Serti sudah tidak tahan dengan keberadaan Serti bersamanya. “Itu kesepakan dengan orangtuanya, orangtuanya sudah gak tahan lagi dengan Serti. Jadi kek mana lah caranya supaya gak sama dia (Ibu kandung Serta). Sampai kata ibunya itu, walau pun Serti keluar dari rahimnya gak sanggup lagi dia karen tingkahnya yang kelewatan batas. Pun kalau mau menuntut mereka soal gaji, sudah kuniatkan kubayar semua itu,” ungkap HS.

Dibeberkan HS, salah satu kelakuan Serti yang diduga membuat ibunya saja enggan tinggal bersama adalah, pernah ketahuan berhubungan badan dengan ayah kandungnya, ketahuan berhubungan badan saat SD dengan orang dewasa. “Dia (Serti) pernah ngaku bercampur dengan ayah kandungnya. Katanya dilakukan ketika ayahnya sedang mabuk. Bahkan pernah ketahuan ibunya sampai dipukuli dia itu. Selain itu Serti kerap mengajaki anak-anak SMA berhubungan badan hingga Serti yang membayar. Mantan suaminya saja pernah cerita tak sanggup hidup bersama karena sehari bisa 20 kali minta hubungan badan,” ungkap HS.

Hingga berita ini diterbitkan Serti tidak bisa lagi ditemui di rumahnya Jalan Sejahtera Siantar Timur pasca melaporkan HS ke Mapolres Siantar. Begitu juga ibunya. Bahkan ibunya yang biasa berdagang di Pasar Horas tidak terlihat beberapa hari pasca melaporkan ke Mapolres.TMC