Pemkab Toba Beberkan Rencana Perpindahan RSI ke Uluan dan Porsea

oleh -1.660 views
Diskusi Pemerintah Kabupaten Toba dengan para wartawan terkait rencana pemindahan lokasi Operasional RSI, Rabu (27/5/2020). (orbitdigitaldaily.com/Bernard Tampubolon)

TOBA – Adanya rencana relokasi Operasi Akuakultur Regal Springs Indonesia (RSI) sebagaimana tuntutan dalam mewujudkan Kawasan Danau Toba menjadi Kawasan Wisata Kelas Dunia, maka Pemkab Toba beberkan rencana relokasi tersebut kepada sejumlah pemburu berita di wilayah Kabupaten Toba.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posko Pusat Penanganan Wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di halaman Gedung Bupati Toba pada Rabu (27/5/2020) pukul 14.30 Wib dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, Audi Murphy Sitorus.

Dalam sambutannya, Audi menyampaikan bahwa dalam mewujudkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional  (KSPN), maka Presiden RI, Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres), Nomor 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba.

“Untuk itu, maka segala kegiatan yang berpotensi mencemari air Danau Toba tidak diperbolehkan lagi beroperasi. Karenanya RSI baru baru ini, tepatnya pada Jumat (15/5/2020) yang lalu sudah datang ke kita untuk berdiskuai dan sekaligus study kelayakan terkait rencana pemindahan areal operasional SRI,” terang Murphy.

“Saat ini pihak RSI sendiri tengah melakukan study kelayakan bagi lokasi – lokasi alternatif yang sekaligus dalam upaya mendukung Strategi Pemerintah bagi Pengembangan Pariwisata Bertanggung Jawab di Danau Toba,”

“Untuk itu, kita juga akan melakukan kajian yang mendalam terkait pemindahan itu yang rencanya akan dipindahkan ke dua lokasi perairan yakni Kecamatan Uluan dan Kecamatan Porsea. Salah satu bagian penting proses studi kelayakan ini adalah berkonsultasi dengan para ahli di bidang terkait,” lanjutnya.

Diakhir paparannya, Sekda menyebut bila proses pemindahan itu sesuai regulasi, maka semua pihak harus mendukungnya. “Namun, bila tidak sesuai aturan, maka pemindahan lokasi itu jelas akan kita tolak,” pungkasnya didampingi Mintar Manurung, Lalo H Simanjuntak, Siti Nuraya dan pejabat lainnya.

Menanggapi itu, beberapa wartawan memberi saran agar Pemerintah Pusat dan Daerah harus serba hati-hati dalam pemberian ijin relokasi tersebut.

“Jangan nanti perpindahan itu memunculkan konplik di tengah masyarakat. Jadi harus dikaji secara mendalam,” saran beberapa wartawan.

Sementara itu, dalam rilis yang disampaikan oleh Cameron MacLean, Regal Springs Group Head of Processing & Farming sebelumnya menyebut bahwa RSI tengah merencanakan investasi pada Program Keberlanjutan yang diberi nama “KAMI PEDULI” di Danau Toba.

Strategi RSI adalah mengembangkan usaha dan bertransformasi melalui perwujudan Program Keberlanjutan Terpadu “KAMI PEDULI” kelas dunia di Danau Toba untuk menghasilkan dan menjual Tilapia mutu terbaik dunia secara lebih berkelanjutan.

“Kami memahami dan mendukung Strategi Pemerintah bagi Pengembangan Pariwisata Bertanggung Jawab untuk Danau Toba. Kami juga sangat meyakini bahwa kawasan Danau Toba yang berkelanjutan adalah kawasan yang juga menghargai lingkungan hidup seraya mengembangkan manfaat sosial ekonomi melalui produksi pangan mutu tinggi,” sebut Cameron.

Bagi sektor usaha, RSI percaya bahwa hal tersebut bisa dicapai melalui ko – eksistensi antara pariwisata bertanggung jawab dan akuakultur bertanggung jawab sebagaimana semangat sejati Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2014 yang memuat kebijakan zonasi bagi pariwisata dan produksi pangan.

“Tujuan kami adalah mendapatkan lokasi – lokasi yang sesuai dan disetujui pemerintah untuk penempatan keramba budidaya ikan yang dikelola secara bertanggung jawab dan dermaga pendaratan yang akan semakin meningkatkan keberlanjutan operasi akuakultur melalui kerjasama dengan pemerintah daerah,” katanya lagi.

“Bila dilaksanakan, proyek ini akan menjadi investasi besar di daerah ini dan akan memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan terkait. Proyek ini juga akan memberikan manfaat sosial ekonomi besar, menciptakan tenaga kerja baru yang terampil yang akan mendukung pembangunan ekonomi setempat; dan mengembangkan produksi pangan yang bertanggung jawab dan bermutu tinggi,” pungkas Cameron.

Utuk diketahui, Regal Springs Indonesia adalah nama komunikasi dan merk baru yang diberikan untuk kegiatan budidaya, pengolahan dan penjualan eceran di bawah kepemilikan Regal Springs Group yang merupakan perusahaan Akuakultur & Pengolahan Tilapia Bertanggung jawab terbesar di dunia yang sebelumnya bernama PT Aquafarm Nusantara.

Reporter: Bernard Tampubolon