Pemprov Sumut Siapkan Anggaran Rp 500 M Untuk Penanganan Covid-19 Tahap II

oleh -394 views
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Whiko Irwan dalam keterangan pers secara live streaming, di Media Center Kantor Gubernur Sumut , Medan, Rabu (1/72020)

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan anggaran percepatan penanganan Covid-19 tahap II sekitar Rp500 miliar, tidak jauh dari sebelumnya.

” Kita memasuki tahap II penanggulangan Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara. Biaya yang disiapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk tahap II tidak jauh berbeda dengan anggaran pada tahap I sekitar Rp500 Miliar,” ujar Whiko Irwan, dalam keterangan persnya, Rabu (1/7/2020).

Whiko menyebutkan, anggaran sekitar Rp500 Miliar diperuntukan untuk stimulus ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial (JPS masyarakat miskin terdampak Covid-19.

‚ÄúStimulus ekonomi yang juga menjadi prioritas,”sebut, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara.

Katanya, saat ini sumut melanjutkan masa transisi New Normal dan GTPP Covid-19 Sumut masih menunggu keputusan pemerintah pusat tentang pelaksanaan konsep New Normal

“Pemprov Sumut telah meminta kabupaten/kota segera mensosialisasikan kepada masyarakatnya tentang kebijakan masing-masing daerah pada masa New Normal dan memfinalkan rancangan peraturan bupati dan walikota yang akan diberlakukan,”beber Whiko .

Selanjutnya, sambung, Whiko, perkembangan kasus Covid-19 di Sumut, hingga 1 Juli 2020 pukul 17.00 WIB, disebutkannya pasien sembuh bertambah 12 menjadi 417 orang, pasien meninggal bertambah 6 orang menjadi 98 orang, kasus positif bertambah 50 menjadi 1.601 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 242 orang.

Selain itu, GTPP Covid-19 Sumut menegaskan langkah terbaik memutus rantai penularan Covid-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekali lagi kami ingatkan gunakan masker pelindung hidung dan mulut, jaga jarak 1-2 meter, cuci tangan dengan sabun dan air serta hindari kerumunan orang banyak,” terangnya.

Reporter : Toni Hutagalung