Medan  

Penyidik Pembantu Polsek Tanjung Beringin Dilaporkan ke Propam Poldasu

SERGAI| Seorang oknum penyidik Pembantu Polsek Tanjung Beringin Polres Serdang Bedagai ( Sergai ) berinisial Aiptu E.E, Jumat (3/2/2023) dilaporkan oleh Yusliana (26) warga Dusun III Kelapa sawit Desa Pekan Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Beringin Sergai ke Bidang Profesi dan Pengamanan ( Bid Propam ) Polda Sumut.

Dengan didampingi kuasa hukumnya Dedi Suheri, Handi Gunawan dan Ikhwan Khairul Fahmi dari Pusat Bantuan Hukum Persatuan Advokat Indonesia ( PBH PERADI ) Deli Serdang, Yusliana melaporkan Aiptu E.E karena dianggap tidak proporsional dalam melaksanakan tugasnya sehubungan dengan penyelidikan atas dugaan penipuan dan penggelapan yang dituduhkan kepada Yusliana dan seorang rekannya bernama Yenni.

Dalam laporannya ke Bid Propam Polda Sumut, Yusliana juga menyampaikan hasil print out pesan WhatsApp dari Aiptu EE yang dianggap merupakan pengancaman terhadap dirinya.

Yusliana merasa diancam dan ditakut takuti oleh oknum penyidik Pembantu Polsek Tanjung Beringin Aiptu EE melalui pesan WhatsApp saat dirinya diminta datang untuk menghadiri klarifikasi atas dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh Zulpa warga Ujung Pasar Desa Pematang Cermai ke Polsek Tanjung Beringin pada tanggal 1 Januari 2023 yang lalu.

Beberapa print out yang disampaikan Yusliana diantaranya berbunyi

-Sdh siap kau rupanya kalau di naikkan kasus nya
-Bsk pagi kalau tdk datang kalian dua,, ibu melawan hukum,, kita buktikan y,, kalau tdk kami jemput ibu dua..
-jangan nanti kami tangkap tidak bisa pulang.

Begitulah beberapa isi pesan WhatsApp yang disampaikan oleh oknum Aiptu EE kepada Yusliana, maski kasus tersebut masih dalam tahap lidik.

Atas dasar itulah kemudian Yusliana melaporkan Aiptu EE ke Bid Propam Polda Sumut karena dianggap telah melakukan pengancaman dan menakut nakutinya.

Laporan Yusliana tertuang dalam surat tanda penerimaan laporan nomor : STPL / 15 / II / 2023 tertanggal 3 Pebruari 2023 yang diterima oleh Aipda Hendra Wahyudi

Usai membuat laporan, Dedi Suheri selaku Ketua Tim kuasa hukum Yusliana menyampaikan bahwa oknum penyidik Pembantu Polsek Tanjung Beringin Aiptu EE diadukan oleh kliennya karena dianggap bekerja tidak proporsional dan bertindak seolah olah seperti debt Colector dengan mengancam Yusliana melalui pesan WhatsApp

“Seharusnya dia melakukan proses hukum itu sesuai dengan aturan, panggil, periksa”. Kata Dedi Suheri

Bahkan Dedi Suheri menduga bahwa oknum Aiptu EE memaksa seorang terlapor harus membuat pernyataan yang memberatkan terlapor tersebut.

“Hal inilah yang membuat kita melihat ada kejanggalan dalam proses hukum yang dilakukan oleh Aiptu EE”. Terang Dedi Suheri.

Dedi Suheri berharap kepada Propam Polda Sumut untuk menindak oknum penyidik yang bekerja diluar dari koridor nya.

“Seperti yang terjadi saat ini, seorang penyidik bertindak menagih hutang dengan cara mengancam dengan bahasa yang beraneka ragam melalui pesan WhatsApp kepada terlapor, hal ini jelas melanggar etika. Jadi harap ditindak oknum polisi yang seperti ini “. Tegas Dedi Suheri.

Sementara itu Ikhwan Khairul Fahmi selaku anggota Tim kuasa hukum Yusliana mengatakan bahwa laporan ini bukanlah merupakan hal untuk mengintervensi proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh pihak Polsek Tanjung Beringin.

“Tapi kami ingin proses hukum ini berjalan dengan sebenarnya, tegak lurus”. Jelas pria yang akrab disapa dengan panggilan Wawan ini.

Wawan juga meminta agar dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh Zulpa kepada Yusliana harus diungkap kebenarannya, karena menurut nya ada dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum penyidik Pembantu Aiptu EE kepada dalam perkara ini.

“Kami berharap ini menjadi atensi Kapolres Serdang Bedagai terhadap oknum oknum penyidik yang ada di Serdang Bedagai “. Kata Wawan menambahkan.

Reporter: Pujianto