Peringati BBH ke-75, Afandin: Jangan Adalagi Hasutan, Langkat Harus Bersatu

Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin SH. (Foto/Ist)

Dan hari ini sebab ridho Allah dan dukungan bapak ibu sekalian, saya berdiri dipodium ini dengan penuh rasa bangga sebagai putra Brandan. Saya minta peringatan BBH ini harus tetap dibesarkan.

Ondim juga menyampaikan sejarah BBH. Ia mengatakan mungkin tidak semua tahu, Brandan ini dibumi hanguskan selama 9 bulan apinya tidak mati.

Sembilan bulan api baru mati, tidak ada bisa kehidupan kesana kemari.

Menurut orang tua saya, masyarakat ada yang mengusih di Kuala Simpang, ada yang lari ke Binjai, ini (sumur minyak) dibiarkan hangus.

Setelah sembilan bulan, pejuang – pejuang itu orang tua kita baru kembali, untuk membangun bumi Brandan ini kembali.

Akhirnya bumi Brandan yang kita cintai ini, berdiri Pertamina.

Selanjutnya Ondim mengucapkan terimakasih kepada pihak Pertamina yang setiap tahunnya ikut berpartisipasi pada peringatan BBH ini. Begitu juga kepada semua pihak, dari terbentuknya Perda dan semua orang-orang yang punya jasa besar, memasukan BBH pada Perda.

“Ini artinya ada biaya legal yang dikeluarkan untuk peringatan BBH ini. Jadi jangan kwatir. Tinggal bagaimana meningkatkan kwalitasnya.

Jadi dari itu semua, bagaimana kita untuk tetap menjaga persatuan, serta menjaga kemerdekaan itu sampai saat ini dan kedepan.

Jangan ada lagi perpecahan. Negeri ini sedang sakit, negeri ini sedang susah, jangan ada hasutan, fitnah, kita harus bersatu, khususnya Brandan untuk semangat untuk membangun Langkat yang lebih baik kedepan.

Sekali lagi untuk semua pihak yang sudah berperan dalam peringatan BBH, dari yang sebelumnya sampai hari ini, saya ucapan terimakasih.

Saya bangga sebagai putra Brandan, melihat antusias dan penuh semangat. Insya Allah kita buat lagi yang lebih meriah ditahun depan.

Sekali lagi saya ingatkan, jaga persatuan dan kesatuan kita, tidak ada lagi unsur suku dan agama dalam pejuang memperebutkan kemerdekaan ini, itu harus kita jaga.

Saat ini yang harus dipikirkan dan diperjuangkan, “bagaimana membangkitkan Pertamina ini kembali, bagaimana perekonomian masyarakat tumbuh kembali.

Liat pawai tadi, adik adik kita ada berpakaian polisi, tentara, perawat dan macam-macam, ini lah bentuk semangat yang menjadi tanggungjawab kita, untuk mewujudkan harapan dari anak-anak kita kedepan.