Poktan RMN Desa Pohantonga Panen Perdana Komoditi Pertanian di Saat New Normal

oleh -625 views
Poktan Retta Mangula Nauli Desa Pohantonga Panen perdana, komoditi pertanian, Jagung, Kacang tanah dan sejumlah jenis sayuran. (orbitdigitaldaily.com/Juliber Silitonga)

TAPUT – Di tengah situasi New Normal di daerah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kelompok tani (Poktan) Retta Mangula Nauli (RMN) di Desa Pohantonga, Kecamatan Siborongborong, makin mantap menjalankan usaha taninya.

Panen perdana berbagai komoditi pertanian milik Poktan RMN Desa Pohantonga, mengundang Dinas Pertanian Kabupaten Taput, Kepala BPP Siborong-borong, PPL Kepala Desa Pohantonga untuk melakukan panen perdana berbagai komoditi pertanian.

Kegiatan panen perdana usaha bersama milik Poktan RMN bertempat di Dusun I Lumban Tonga-tonga Desa Pohantonga, Rabu, (3/6/2020).

Keberhasilan usaha bersama Poktan Retta Mangula Nauli, mendapatkan apresiasi dari dari Kepala Desa Pohantonga Walben Siahaan, Kepala BPP Siborongborong Opat Parulian Purba, PPL Desa Pohantonga Lisbet Lumbantoruan dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala Desa Pohantonga Walben Siahaan, dalam acara panen perdana komoditi pertanian mengatakan, bahwa kegiatan usaha bersama yang dilakukan Poktan Retta Mangula Nauli (RMN), sangatlah penting dalam dalam situasi Covid-19 saat ini.

“Namun jangan terlena dan lengah setelah berhasil mencapai panen saat ini. Setelah panen ini, lahan harus diolah lagi dan para petani yang bergabung di Poktan Retta Mangula Nauli (RMN) harus melanjutkan penanaman lagi kedepan. Karena inilah cara, upaya untuk memperkuat ketahanan pangan,” ucap Walben Siahaan.

Ditambahkannya, Poktan Retta Mangula Nauli masih tergolong baru, tetapi sudah mampu menjalankan program pemerintah di bidang pertanian.

Keberhasilan menjalankan usaha bersama, secara otomatis dapat meningkatkan kesejahteraan anggota Poktan serta mendukung program pemerintah,” ujar Walben Siahaan menjelaskan.

Dalam acara yang sama, Kepala Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Siborongborong Opat Parulian Purba, juga mengingatkan kepada petani yang bergabung di Poktan RMN Desa Pohantonga dan penyuluh untuk memaksimalkan pangan lokal.

“Kita harus sinkron dan sinergi untuk tidak mengandalkan produksi inpor. Mau tidak mau kita harus berdiri dengan kemampuan kita sendiri, dengan pangan hasil lahan sendiri, pangan hasil keringat petani kita sendiri. Kita harus memanfaatkan pangan lokal yang melimpah, stop konsumsi pangan impor,” ucap Opat P Purba mengarahkan.

Hal senada juga disampaikan PPL wilayah Desa Pohantonga Lisbet Lumbantoruan, dengan cara kebersamaan untuk melakukan kegiatan yang dilakukan Poktan Retta Mangula Nauli (RMN) ini, saya semangat memberi pendampingan dan penyuluhan saat melakukan musim penanaman hingga masa perawatan,” ucap Lisbet Lumbantoruan

Ketua Poktan Retta RMN Saut Nababan, ketika dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com mengatakan, dalam melakukan kegiatan pertanaman, para anggota dan pengurus sepakat menggunakan uang kas kelompok.

“Ditambah modal bersama dari para anggota Poktan Retta Mangula Nauli (RMN) yang jumlahnya berpariasi,” ujarnya dan diamini Jisman Tampubolon serta Dermawan Simarmata selaku pengurus Poktan RMN Desa Pohantonga.

Saut Nababan juga menambahkan, bahwa Poktan RMN Desa Pohantonga masih tergolong baru yakni pendirian tahun 2018.

Tetapi dengan adanya kebersamaan diantara para anggota dan pengurus Poktan, kami dapat melakukan usaha bersama, modal swadaya dan mampu mengontrak lahan hingga 2 hektar ditambah lahan perorangan masing-masing anggota.

“Di lokasi lahan yang dikontrak, kami melakukan pertaman beragam komoditi, seperti halnya Jenis sayuran, Jagung, Tomat, Kacang tanah dan hasil panennya dibagi bersama anggota setiap akhir tahun,”ucap Saut Nababan.