Polda Sumut Bongkar 2 Pangkalan LPG Bersubsidi, Pemilik Berhasil Kabur Duluan

Direskrimsus Polda Sumut memberi keterangan pers di halaman Ditreskrimsus, Kamis (10/8/2023) ist

MEDAN | Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) kembali bongkar kecurangan pangkalan Alisia Rivanola Amelia lantaran mengoplos LPG bersubsidi ukuran 3 kg. Demikian keterangan diperoleh Jumat (11/8/2023).

Pengoplosan gas elpiji bersubsidi itu terjadi di sebuah ruko yang dijadikan sebagai pangkalan di Jalan Masjid Dusun V, Desa Payageli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Selasa (8/8/2023) lalu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Subdit Indagsi adanya dugaan praktek pengoplosan LPG 3 Kg bersubsidi, dengan cara tabung gas subsidi 3 kg dioplos menjadi non subsidi 12 Kg.

“Penyidik menemukan praktek pengoplosan dengan berpindah-pindah tempat untuk menghindari pemantauan Polisi,” kata Hadi kepada wartawan di Mako Polda Sumut.

Dijelaskan Hadi, pengungkapan pangkalan nakal kali ini merupakan lokasi kedua setelah pangkalan di Jalan Sei Kapuas, Kecamatan Medan Sunggal digerebek Ditreskrimsus bersama Polrestabes Medan.

Penyidik juga mengamankan tiga orang, masing-masing berinisial MN, RSB dan BM. Meski demikian, pemilik pangkalan sebagai pihak yang bertanggungjawab sedang ditelusuri.

“Mereka bertiga merupakan karyawan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan untuk pemilik pangkalan sedang diburuh penyidik,” sebut Hadi.

“Identitasnya (pemilik) sudah kita ketahui dan kita minta segera menyerahkan diri,” tambahnya.

Sambung Hadi, dari lokasi kejadian, penyidik menemukan sejumlah barang bukti, yakni 160 tabung gas LPG ukuran 12 Kg non subsidi berisi gas, 300 tabung LPG 3 Kg dalam keadaan kosong.

Lalu, 58 tabung ukuran 12 Kg dalam proses pengisian, 137 tabung 3 Kg berisi dalam proses pengisian serta sejumlah barang bukti lainnya seperti gas ukuran 3 Kg sebanyak empat tabung ke dalam satu tabung 12 Kg.

“Saat ini prosesnya terus didalami penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut,” terang Hadi.

Sementara, Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun mengatakan penyidikan akan terap mengembangkan perkara ini hingga ke akar – akarnya agar terang benderang.

“Kita komitmen sesuai arahan Kapolda Sumut. Kita berharap jangan ada lagi praktek-praktek illegal berujung kelangkaan gas subsidi 3 Kg yang dampaknya langsung terhadap masyarakat kecil,”kata Teddy.

Pemilik Diamankan

Terpisah, Satreskrim Polrestabes Medan turut mengungkap kasus pengoplosan tabung gas bersubsidi di Jalan Cempaka, Kecamatan Delitua, Deli Serdang – Sumatera Utara.

Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda SH SIK mengatakan kasus pengoplosan gas itu terjadi Sabtu, 5 Agustus 2023. Seorang pelaku berinisial RP merupakan pemilik pangkalan LPG berhasil diamankan.

“Pelaku ini melakukan pemindahan isi tabung LPG 3 kg ke tabung ukuran 12 Kg,” kata Valentino didampingi Kasat Reskrim Kompol Teuku Fathir Mustafa SIK MH, Rabu (9/8/2023).

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan, pengoplosan gas secara sendirian dengan cara memanaskan tabung gas 3 Kg lalu memindahkan tabung yang sudah dioplos. 

“Dalam seminggu pelaku mampu mengoplos 100 tabung gas dan keuntungannya sekitar Rp5 juta sampai Rp8 juta per minggu,” jelas Valentino.

Sementara, untuk tabung gas ukuran 12 Kg yang kosong, pelaku membelinya dari warga lalu dijual kembali melalui pangkalannya sendiri.

Reporter : Toni Hutagalung