Headline

Pondok Mansyur Milik Kalam Liano Diduga Didirikan di Tanah Sengketa

Medan-ORBIT: Setelah terkuak tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), tanah tempat berdirinya Pondok Mansyur milik Kalam Liano rupanya masih berstatus sengketa.

Bangunan yang berada di Jalan Dr Mansur Medan itu diduga didirikan di tanah sengketa milik Janto Djauhari atau ditulis Janto Jauhari (57) warga Jalan Guru Patimpus, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat.

Fakta itu diketahui saat adanya surat pemberitahuan yang dilayangkan Janto Djauhari ke kantor Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan dan ke BPN Kota Medan serta ke Camat Medan Selayang melalui pengacaranya Aminuddin SE SH pada 4 Januari 2017.

Surat itu perihal memohon kepada TRTB Kota Medan sesuai dengan nomor surat:02/KA-AMN/SP/I/2017, untuk tidak mengeluarkan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) di atas tanah sesuai SHM No 99 atas nama Janto Jauhari.

Baca Juga: Bawa Palu, Puluhan Satpol PP Antar SP3 untuk Pondok Mansyur

Selain itu kepada camat Medan Selayang dengan isi surat permohonan untuk tidak menandatangani atau mengeluarkan surat-surat apapun di atas tanah SHM No 10 dan SHM No 99.

Camat Medan Selayang melalui Sekcam saat dikonfirmasi Orbitdigitaldaily.com, terkait keberadaan surat permohonan yang diajukan Janto Jauhari membenarkan sudah menerima pemberitahuan itu.

“Setelah Janto Jauhari mengeluarkan surat pemberitahuan itu, sepengetahuan kami, belum ada surat yang lain mengenai surat tersebut untuk ditandatangani, dan belum ada itu seingat saya,” kata kata Sekretaris Camat (Sekcam) Medan Selayang, Odie Batubara, Rabu (4/7/2018).

surat pemberitahuan yang dilayangkan Janto Djauhari.

 

Namun Odei mengakui hanya ada surat pemberitahun dari Janto Jauhari setelah itu tidak ada lagi surat mana pun yang menyangkut tanah tersebut yang ditandatangani Camat Medan Selayang.

Sebelumnya juga Kasi Trantib Medan Selayang yang identisnya tidak mau disebut mengaku dan menunjukan bukti surat pemberitahuan yang dilayangkan atas nama Janto Jauhari yang sudah diterima jauh sebelumnya.

“Hanya itu surat yang kami terima tidak ada lagi surat lain yang ditanda tangani,” terangnya sembari menunjukan surat pemberitahuan yang dilayangkan atas nama Janto Jauhari.

Baca Juga: Dua Peringatannya Diabaikan, Ini Janji Kasatpol PP Medan Soal Pondok Mansyur

Sementara Kelapa Dinas (Kadis) TRTB Medan, Sampurna Pohan mengaku lupa terkait surat pemberitahuan yang dilayangkan atas nama Janto Jauhari tersebut namun akan berusaha mencari untuk keterangan selanjutnya.

“Sebenarnya itu bukan tugas kami lagi saat itu ya. Meskipun surat itu disampaikan ke kami. Meskipun begitu biasanya langsung kami konfirmasi itu, nanti coba saya cek dulu dah lupa karena sudah lama soalnya,” terangnya Sampurna.

Terpisah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan belum dapat dikonfirmasi mengenai surat tersebut.

Bahkan Kabid Perizinan Tata Ruang Perhubungan dan Lingkungan Hidup DPMPTSP Kota Medan, John Ester Lase tidak berada di kantornya.

 

“Bapak itu tidak ada, lagi ke luar besok saja lah. Untuk urusan bapak itu,” kata salah satu stafnya.

Diketahui sebelumnya bangunan Restoran Pondok Mansyur milik Kalam Liano telah berdiri di tanah tersebut.

Keinginan Kalam Liano untuk menguasai dan mengusahai lahan dan bangunan miliknya pun mulai kandas, pasalnya selain diterpa kasus IMB hingga mendapat ultimatum SP3 dari Satpol PP Medan.

Muncul lagi persoalan baru yang lama tersimpan. Janto Jauhari melalui kuasa hukumnya terus berusaha dan memperjuangan terhadap tanah miliknya dengan SHM No 10 dengan luas 1.025 M2 di Jalan dr Mansyur Medan.

Terpisah, Janto Jauhari mengaku akan membuat surat baru untuk walikota Medan, DPMPTSP dan Dinas TRTB agar tidak mengeluarkan IMB untuk Pondok Mansyur. ”Surat permohonan untuk tidak mengeluarkan IMB akan saya kirim dalam pekan ini juga,” pungkas dia.

Saat dikonfirmasi kepada Kalam Liano melalui panggilan dan pesan singkat enggan memberi respon. Om-Sam

Komentar Facebook

Artikel Terkait