Proyek Dana Desa Banuaji II TA 2016 Mangkrak, Kades Diminta Transparan

oleh -646 views
Jaringan perpipaan dari dana desa T.A 2016 Desa Banuaji II yang terputus akibat lingsor. ORBIT/Jumpa P Manullang

Tarutung-ORBIT: Alokasi dana Desa Banuaji II Kecamatan Adiankoting tahun anggaran 2016 sebesar Rp720 juta dan tahun anggaran 2017 sebesar Rp800 juta diduga jadi ajang bagi oknum Kepala Desa meraup keuntungan.

Tudingan keras itu muncul dan mengemuka dari keluhan masyarakat di dua dusun, yakni Dusun Sitarialaman I dan Dusun Sitarialaman II kepada Orbitdigitaldaily.com, menyikapi keberadaan proyek fisik bersumber dari dana desa 2016 yang tidak terurus dan terlantar (mangkrak).

“Proyek pembangunan utilitas jaringan distribusi air bersih tahun 2016 berbiaya Rp720 juta saja tidak bermanfaat dan terindikasi ajang basah keluarga Kepala Desa. Kita harapkan uji fisik tim BPK,” ungkap B Hutapea warga Banuaji II, Rabu (8/8/2018).

Padahal, lanjut warga lainnya yang meminta namanya disamarkan, fasilitas itu sangat dibutuhkan, namun sayang dua tahun berlalu upaya perbaikan tidak kunjung diupayakan pihak aparatur desa tersebut.

“Perangkat Desa Banuaji II bertahun-tahun hanya dijabat keluarga Kepala Desa sehingga memuluskan adanya dugaan permainan anggaran dana desa untuk memperkaya diri pribadi. Sekretaris desa adalah istri Kades sendiri bernama Nenny Simanjuntak, Bendaharanya saudara kandung Kades bernama Goldmeyer Hutapea dan Ketua BPD masih saudara Kades bernama Dokma Hutapea,” ungkapnya.

Bangunan ruang kelas PAUD Desa Banuaji II bersumber dana desa 2017. ORBIT/Jumpa P Manullang

Terang warga kembali bahwa untuk tahun 2017 anggaran dana desa dipakai untuk membangun ruang kelas PAUD Nahornop dan bangunan Jalan Lapen menuju Kebun Goti tanpa adanya transparansi pelaksanaan kala itu.

Setelah berulang kali dihubungi Orbitdigitaldaily.com melalui nomor selulernya, Dayan Hutapea, Kepala Desa Banuaji II tidak aktif.

Sementara itu, Camat Adiankoting Erwan Hutagalung SSTP mengatakan, penyebab tidak berfungsinya jaringan adalah akibat longsor menimpa perpipaan dekat sumber (intake) di puncak Martimbang.

Diakui Erwan Hutagalung bahwa pelaksanaan dana desa tahun 2016 Banuaji II sudah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI baru-baru ini. Ia berharap kepada warga upaya perbaikan jaringan ditanggulangi dari swadaya agar bisa dimanfaatkan sesuai fungsi awal.

“Sebenarnya bukan mangkrak tetapi pembangunan tanggul diatas jebol akibat longsor dan sudah kita sarankan agar digotong royongkan oleh warga supaya bermanfaat. Kehadiran BPK masih tahap audit administrasi dan uji fisik akan dilakukan pada bulan September 2018”, terang Erwan.

Terkait struktur aparatur desa Banuaji II hanya dikuasai keluarga Kades Dayan Hutapea, terang Erwan Hutagalung tidak dibenarkan sesuai undang-undang. Od-Jum