Aceh

Proyek PLTA Milik PT KTH Tuai Protes Masyarakat Simpang Jernih

Aceh Timur-MEDAN: PT Karmizu Tampur Hydro (KTH) dalam program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di kawasan hutan lindung Kecamatan Simpang Jernih menuai pro dan kontra.

Sebagian masyarakat menolak mega proyek yang digagas oleh perusahaan asal Cina itu.

Penolakan itu disuarakan oleh warga karena akibat buruk yang ditimbulkan proyek tersebut bermacam-macam, seperti kerusakan ekosistem hutan, mengancam habitat satwa yang mendiami lokasi tersebut.

“Mengacam keberlangsungan hidup, kita juga menolak karena kawasan itu adalah hutan lindung dan hutan adat yang harus dijaga kelestariannya,” kata Diman, masyarakat Simpang Jernih, Kamis (8/11/2018).

Ia juga mengatakan, masyarakat siap bertarung melawan PT KTH untuk mempertahankan kawasan hutan agar tidak dibangun PLTA itu.

“Silahkan lobi semua pihak oleh PT KTH, kami tetap pertahankan agar program ini digagalkan,” katanya

Terpisah Dedi Setiadi, Senior Project Manajer PT KTH mengatakan pihaknya datang ke Pemkab Aceh Timur untuk memenuhi undangan pemaparan progress PLTA Tampur 2, bukan untuk lobi.

“Terlalu dini kalau sudah harus menyampaikan penentangan, karena proyek ini belum berjalan, kita belum melakukan survey detil baik itu kawasan hutan atau geologi. Kita juga baru tahap pra FS, belum melakukan FS apalagi Amdal. Jadi saya belum bisa memberikan statement apapun karena kita belum punya banyak data,” katanya.

Intinya, lanjutnya, pihak KTH akan mengikuti regulasi yang berlaku di pemerintahan pusat, Provinsi dan Kabupaten. Kita baru akan melaksanakan suatu kegiatan baik itu fisik atau non fisik kalau sudah memiliki izin yang sesuai dengan peruntukannya.

“Kita baru memiliki izin prinsip dan izin investasi, belum ada kegiatan fisik selain pra FS. Masyarakat boleh menilai buruk tentang rencana ini tapi kita akan berbicara berdasarkan data dan perizinan. Untuk sementara kita belum memiliki data akurat yang bisa disampaikan karena kegiatan baru sebatas general dan regional,” kata Dedi. On-Ard

Komentar Facebook
Tags

Artikel Terkait