PT SMGP : Logging Sumur Bukan Kegiatan Berisiko Paparan H2S

Shanaz Salsabila Al Zamru yang kerap dipanggil Shanaz. (Foto/Ist)

MANDAILING NATAL |

Logging sumur merupakan kegiatan rutin yang dilakukan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) untuk mengetahui suhu dan tekanan yang dilakukan dengan cara memasukan alat pengukur suhu dan tekanan dengan diameter kurang lebih 1,25 inci.

Apalagi, sensor pada alat tersebut mendeteksi suhu dan tekanan yang terhubung dengan komputer melalui software dan hasil rekamannya dapat dibaca di layar komputer.

Sehingga, kegiatan logging bukan termasuk kegiatan yang berisiko tinggi terhadap paparan gas H2S.

Hal itu disampaikan
COO CTO KS Orka Renewables Riza Pasikki ketika menghadiri undangan Bupati Mandailing Natal Muhammad Jafar Sukhairi Nasution, Rabu (21/9/2022).

Undangan di Aula Bupati Mandailing Natal tersebut sesuai dengan surat Nomor : 660/2764/DLH/2022, tertanggal 20 September 2022, dengan topik pembahasan pasca kejadian logging sumur T-11 WKP PT SMGP tanggal 16 September 2022.

Riza Pasikki juga menyampaikan, PLTP Sorik Marapi saat ini mengoperasikan 2 unit pembangkit dengan kapasitas pembangkitan 90 MW yang membantu meningkatkan kehandalan jaringan transmisi ketenagalistrikan di Sumatera Utara.

Oleh karena itu, ungkap COO CTO KS Orka Renewables, dalam rangka pengembangan PLTP Sorik Marapi Unit III, PT SMGP melakukan kegiatan logging sumur panas bumi T-11 pada 16 September 2022.

“Jadi, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan untuk penyediaan suplai uap PLTP Unit III dengan kapasitas 50 MW”, ungkapnya.

Selanjutnya, Riza Pasikki menegaskan, kegiatan logging, Jumat (16/9/2022) lalu, dipastikan sumur dalam kondisi tertutup dan tidak ada aliran fluid sama sekali yang keluar dari sumur.

“Jadi, kami pihak PT SMGP memastikan bahwa kondisi pengukuran dari alat pendeteksi gas (fixed gas detector) menunjukkan tidak ada H2S atau nol”, tegasnya.

Selain itu, sambung Riza Pasikki, kegiatan logging tersebut berjalan normal dan pekerjaan sudah selesai bersamaan dengan adanya laporan warga tentang keluhan kesehatan karena mencium bau akibat logging sumut T-11 tersebut.

“Padahal, tujuh dari sembilan warga yang sempat dilakukan observasi Tim Media di RS Permata Madina dan RSUD Panyabungan telah diizinkan pulang. Sedangkan dua yang dirawat, dilaporkan memiliki penyakit bawaan”, sebutnya.

Sementara, Wakil Kepala Tehnik Panas Bumi Ali Sahid menambahkan, SMGP sangat menghargai keberadaan warga sekitar dan sudah menjadi tanggung jawab SMGP membina hubungan baik dengan cara hidup berdampingan.

“Kami juga akan menyelesaikan tali asih sebagai itikad baik kami terhadap warga”, tambahnya.

Kemudian, Presiden Director KS Orka Renewable induk perusahaan PT SMGP Dr Yan Tang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan seluruh masyarakat Mandailing Natal.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemkab dan masyarakat Mandailing Natal terutama sekitar wilayah operasi, sehingga kegiatan perusahaan dapat berjalan lancar dan dapat mencapai keberhasilan yang telah dicapai hingga saat ini”, ucapnya.

Yan Tang juga mengutarakan, kontribusi PT SMGP dan investasi yang telah dikeluarkan untuk proyek SMGP sejauh ini sebanyak Rp 10,3 Triliun dengan estimasi total Rp 14 Triliun sampai proyek selesai nanti.

“Oleh karenanya, Pemkab dan masyarakat adalah pemangku kepentingan berperan penting bagi perusahaan dalam milestone kami”, sebutnya.

Hal tersebut, kata Presiden Director KS Orka Renewable induk perusahaan PT SMGP, adalah untuk kepentingan masyarakat serta menunjang target produksi energi panas bumi di Indonesia sebesar 5500 MW dalam program transisi energi menuju net zero.

Dijelaskannya juga, bahwa logging adalah kegiatan rutin. Dimana, SMGP telah melakukan 250 logging yang pengerjaan pengeboran, uji alir sumur, yang dipastikan telah disosialisasikan kepada masyarakat.

Sedangkan dalam beroperasi, SMGP berkomitmen penuh menjalankan SOP berkala dan dilakukan evaluasi pihak berwenang termasuk EBTKE.

“Apalagi, dalam pelaksaanaannya, SMGP juga melibatkan ahli dari berbagai negara, termasuk Island, Turki dan negara lainnya”, ujarnya.

SMGP berharap, operasional dalam rangka produksi Unit III dapat berjalan lancar dengan dukungan semua pihak, sehingga tetap dapat memberikan manfaat bagi semua pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasi.

“Namun, SMGP akan lakukan evaluasi keseluruhan kelanjutan ke tahap Unit IV dan V yang akan dipertimbangkan dengan lapangan Sokoria serta 7 proyek lain yang jadi konsentrasi portofolio investasi di Indonesia”, katanya.

Hadir undangan Bupati Mandailing Natal tersebut, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0212/TS, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri.

Direktur RSUD Panyabungan, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Ketua PWI, Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Mahsiswa Kabupaten Mandailing Natal.

Camat Puncak Sorik Merapi, Kepala Desa, BPD, Tokoh Mayarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat Desa Sibanggor Julu.

Reporter : Dodi Hamzah Pohan