Hukum & KriminalSumatera Utara

Ratusan Hektar Hutan Kawasan Siosar Dirambah

Truk dan Alat Berat Ilegal Logging Diamankan Polres Karo

Kabanjahe-ORBIT: Praktek ilegal loging di kawasan Siosar, Kecamatan Merek akhirnya bisa dihentikan.

Polres Tanah Karo berhasil mengamankan satu unit alat berat jenis kepiting, dua unit truk interculer masing-maing berplat BK 0771 TD dan BK 9863 T dan 30 batang pohon pinus berukuran panjang 2,5 meter, Sabtu (14/7/2018) sekira pukul 01.00 WIB.

Aksi yang telah merambah sekira 100 ha hutan di Siosar ini diketahui setelah adanya laporan dari Pemkba Karo melalui Dinas Lingkungnan Hidup dan Kebersihan beberapa waktu lalu ke Polres Tanah Karo. Atas lapopran itu selanjutnya Polres Tanah Karo membentuk tim dan turun ke lapangan.

Hal itu dikatakan Kapores Tanah Karo melalui Kasubag Humas Polres Tanah Karo, Iptu Eddy Budiman didamping Kanit Tipiter, Ipda A Nainggolan kepada wartawan. “Dari lokasi TPK Desa Nagara, petugas turut mengamankan 30 kayu jenis pinus yang sudah dipotong-potong sepanjang 2,5 meter, dua unit truk intercoler yang digunakan mengangkat alat berat dan kayu, satu unit alat berat kepiting yang digunakan untuk melangsir kayu ke atas truk,” ujarnya.

Kini, lanjutnya barang bukti tersebut sudah diamankan di Mapolres Tanah Karo dan Mapolsek Berastagi. “Satu unit truk intercoler bermuatan kayu 30 batang diamankan di Mapolsek Berastagi, karena di Mapolres Tanah Karo di Kabanjahe tidak ada lagi tempatnya,” ujar Eddy Budiman.

Saat ditanya apakah sudah ada pihak pelaku yang diamankan, Eddy Budiman mengatakan, Polres Tanah Karo melalui unit Tipiter telah memeriksa empat orang saksi yang ditemukan di lapangan saat petugas melakukan penggerebekan.

“Tersangkanya belum ditetapkan, masih memeriksa saksi-saksi, namanya atau inisialnya juga nanti dikasih tau ya, karena keempat saksi itu masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan kasus. Nantilah setelah selesai mereka diperiksa kita kasih tau inisialnya,” ujar Eddy Budiman didampingi Kanit Tipiter.

Sementara Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan Timotius Ginting saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya ada melaporkan praktek illegal tersebut ke Polres Tanah Karo. Katanya, sebelumnya Camat Merek telah melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup bahwa di wilayah hukumnya ada penenangan kayu tanpa memiliki ijin.

“Atas laporannya itu saya membuat laporan ke Polres Tanah Karo. Siapapun yang melakukan penebangan kalau tidak memiliki ijin pemanfaatan kayu itu sudah jelas melanggar hukum. Karena itulah makanya pemenang penebangan hutan di kawasan Siosar untuk relokasi tahap tiga tidak buru-buru melakukan penebangan. Karena mereka tidak mau melanggar aturan main,” pungkasnya.

Warga Desa Nagara yang enggan menyebutkan indentitasnya mengatakan, seluruh warga juga sebenarnya tidak setuju bila desanya dijadikan lintasan dan tempat penampungan kayu illegal logging.

“Kami juga heran mereka selalu mengatasnamakan warga desa Nagara tetapi tidak pernah apapun disumbangkannya ke desa kami, hanya janji-janji saja. Kami curiga juga, mungkin ada oknum-oknum yang membackup mereka, kenapa baru sekarang petugas turun. Pihak kepolisian perlu tegas dan serius,” ujarnya. Od-Dam

Komentar Facebook

Artikel Terkait