DELISERDANG | Nasib ratusan pengungsi Rohingya yang berlabuh pada Hari Sabtu Lalu di Perairan Desa Karang Gading Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, masih belum jelas Senin, (1/1/2024).
Sekitar 150 an pengungsi Rohingya mulai dari dewasa hingga anak anak memasuki wilayah Sumatera Utara menggunakan perahu di Desa Karang Gading Kecamatan Labuhan Deli.
Dedi warga Karang Gading menyebutkan, selaku masyarakat dan kuala besar merasa kasihan melihatnya,
sehingga menyambut pengungsi tersebut, bahkan dari makanan dan minuman warga banyak bantu buat mereka.
“Sebagai dasar kemanusiaan aja. Banyak orang sini dari awal sudah menyediakan makanan buat mereka. Pagi nasi, siang nasi, sore roti dan jajanan buat anak-anak,” kata warga.
Warga sini keberatan juga kalau jangka panjang mereka tetap disini atau menjadi warga sini. Tapi walaupun begitu warga tetap prihatin.
“Sebailnya diungsikan ke tempat yang lebih layak atau dipulangkan ke negara asalnya,” ujarnya.
Tunggu Keputusan
Sementara Camat Labuhan Deli, Deny Simanjuntak mangatakan, kapal mereka masuk pada malam hari. Sampai saat ini data yang diterima masih belum jelas, keberadaan awal mereka dari mana belum sampai ke sana infonya.
“Yang saya terima 147. Ada juga yang mendata terakhir sekitar 155. Saya menunggu UNHCR dan IOM berikan data,” sebut camat.
Menurut camat, makanan mereka yang ngasih. Mulai dari siang semalam sudah beri logistik kepada mereka, membuat tempat penampungan dan beri makan, sampai menunggu keputusan pemerintah.
“Apapun keputusannya kita berharap yang terbaik. Tapi masyarakat sudah mengatakan kalau bisa secepatnya mereka keluar dari sini. Saya berterimakasih sama masyarakat sini yang masih proaktif membantu mereka,” kata camat.
Tim kesehatan kita turun. Saya sedang menunggu tim bupatinya dan nakesnya. Kita kewalahan karena di sini cuma menyiapkan 5 kepala dusun babinsa 2, tambahnya.
“Sampai saat ini saya belum berani mengatakan kemana-mana. Karena semua menunggu keputusan pihak yang terkait untuk masalah pemindahan dan lain-lain. Saya diminta hanya menjaga mereka, memberikan tempat kepada mereka dan memberikan makanan yang mereka butuhkan,” sebut camat.
Sementara, akses ke sini susah harus menggunakan sampan. Kalau mau dari sungai-sungai kecil harus menunggu pasang baru bisa ke sini. Hanya sampan kecil yang bisa masuk. Kalau logistik kita berharap kepada warga sekitar untuk menanganinya. Kalau tim nakes kami berharap dari belawan.
Reporter : Iwan







