Ringkas Bangun SH : Mantan Kapolsek Payung Mustahil Terlibat Peredaran Narkoba

oleh -1.153 views

TANAH KARO – Samson Susaei Sembiring, mantan Kapolsek Payung yang ditangkap terkait dugaan penjualan narkotika jenis sabu-sabu oleh Sat Narkoba Polres Tanah Karo, saat ini kasusnya sedang bergulir di meja persidangan di Pengadilan Negeri Kabanjahe.

Kuasa Hukum terdakwa (Samson Susaei Sembiring) Ringkas Bangun SH saat ditemui orbitdigitaldaily.com, Selasa (11/8/2020) mengatakan, keterangan dari terdakwa Dedi Ketaren alias DK (Sebelumnya telah diamankan oleh Polisi) yang menyebut Kapolsek Payung terlibat dalam peredaran narkoba adalah tidak benar.

Menurutnya, sesuai fakta di lapangan, Samson Susaei Sembiring selama dua bulan menjabat sebagai Kapolsek Payung, Polres Tanah Karo, telah menunjukkan prestasinya dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika di wilayah hukumnya.

Selain itu katanya, sebagaimana keterangan saksi dalam persidangan yaitu GB, mengatakan bahwa memperoleh narkotika jenis sabu-sabu itu dari DK. GB juga menerangkan bahwa dirinya mengetahui DK memperoleh barang haram tersebut dari seseorang bernama Brone warga Namu Ukur, Kabupaten Langkat.

Bahkan, GB mengaku melihat secara langsung transaksi pembelian narkotika tersebut oleh Brone kepada DK di lokasi kede Kopi perladangan Sembat Lau Borus. Dimana narkotika tersebut diserahkan oleh Brone kepada DK awalnya sebanyak 5 (lima) gram dan menyaksikan DK menyerahkan uang sebanyak Rp 4.000.000,- (empat juta rupiah).

Kemudian GB mengaku, DK menyerahkan narkotika jenis sabu-sabu tersebut kepada saksi GB, sebanyak 2 (dua) Gram, yang merupakan sebagian dari barang bukti yang telah ditemukan pada diri GB.

Selain itu, dari keterangan saksi lainnya yang menerangkan bahwa tidak ada ditemukan barang bukti narkotika pada diri terdakwa Samson Susaei Sembiring pada saat penggeledahan di rumah terdakwa. Termasuk juga saksi Kasat Narkoba AKP Ras Maju Tarigan menerangkan bahwa keterlibatan terdakwa Samson Susaei Sembiring hanya berdasarkan cerita pengakuan DK.

Tidak dipungkiri oleh Kuasa Hukum mantan Kapolsek Payung itu, terkait uang yang ditemukan oleh pihak penyidik sebesar Rp30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah). Tapi bukan merupakan hasil penjualan narkoba.

“Di sini saya tekankan sekali lagi, klien saya mengenal tersangka Dedi Ketaren baru sebulan usai Sertijab Polsek Payung. Sementara dari pemberitaan yang bergulir mengatakan klien saya sudah terlibat perdagangan narkoba sebanyak empat kali. Apakah hanya dengan pengakuan tersangka yang notabene merupakan bandar narkoba hal tersebut sudah bisa menjadi bukti akurat,” tegas Ringkas Bangun SH.

Dibenarkan R Bangun selaku Kuasa Hukum, bahwa seharusnya kliennya tidak serta merta menjadi tersangka hanya karena pernyataan dan pengakuan dari tersangka Dedi Ketaren. Dan dikuatkan juga dengan menegaskan bahwa hingga saat ini kliennya tidak pernah dilakukan test urien selama ditangkap.

Untuk itu, Kuasa Hukum terdakwa berpendapat, sudah sewajarnya dan sepantasnya terdakwa Samson Susaei Sembiring dibebaskan dari tuntutan karena tidak sesuai dengan dakwaan yang didakwakan oleh penuntut umum.

Reporter: David Kaka