Aceh  

RKPD Aceh Selatan Menuju Arah Pembangunan dan Kemajuan 2025

Memantapkan laju pertumbuhan ekonomi melalui penguatan infrastruktur, SDM yang berkualitas, komoditi unggulan daerah yang inovatif dan ekonomi kreatif

ACEH SELATAN | Pj. Bupati Aceh Selatan membuka rapat forum konsultasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah RKPD Aceh Selatan tahun 2025, bertempat di Aula Bappeda Lantai III, Tapaktuan, Aceh Selatan, Selasa (19/3/2024).

Rapat RKPD ini dihadiri oleh unsur Forkopimda diantaranya Pimpinan DPRK Aceh Selatan, Ketua Fraksi DPRK Aceh Selatan, Para Asisten, Staf Ahli Pemkab Aceh Selatan, Para Kepala SKPK, Kabag, Camat, Pimpinan Instansi Vertikal, Tokoh Masyarakat dan Mitra Diskusi dari Berbagai Unsur Terkait.

Forum konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Aceh Selatan tahun 2025 merupakan kegiatan penting yang mewadahi seluruh pihak terkait untuk dapat bersama-sama merumuskan program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Aceh Selatan dimasa yang akan datang untuk menuju arah pembangunan dan kemajuan di segala bidang dalam lingkup Kabupaten Aceh Selatan.

Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan perencanaan pembangunan Kabupaten Aceh Selatan tahunan 2025, sebagai penjabaran tahun kedua dari Rencana Pembangunan Daerah (RDP) tahun 2024 – 2026.

Pj. Bupati Aceh Selatan menyebutkan pelaksanaan kegiatan tersebut didasari oleh instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 52 tahun 2022 tentang penyusunan dokumen perencanaan dan pembangunan daerah bagi daerah dengan masa jabatan kepala daerah berakhir pada tahun 2023 dan Daerah Otonom Baru (DOB).

Merujuk pada instruksi tersebut, lanjut Cut Syazalisma, maka Kabupaten Aceh Selatan yang periode masa jabatan kepala daerahnya adalah tahun 2018 – 2023 berlaku aturan tersebut.

Melalui forum konsultasi publik ini, diharapkan dapat diperoleh masukan dan saran terhadap rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah tahun 2025, yang akan dituangkan dalam berita acara dan resume yang menjadi dasar dalam perbaikan rancangan awal tersebut, ucapnya.

Ekonomi Kreartif

Cut Syazalisma membeberkan beberapa permasalahan dan hal penting yang harus menjadi fokus bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, di antaranya adalah laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Selatan, pada tahun 2023 meningkat menjadi 4,20 % (empat koma dua puluh persen) dari sebelumnya 3,11 % (tiga koma sebelas persen) di tahun 2022.

“Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan tren positif, dan ditargetkan pada tahun 2025 dapat kembali meningkat menjadi empat koma tiga puluh dua persen,” harapnya.

Permasalahan kedua lanjutnya adalah persentase penduduk miskin Kabupaten Aceh Selatan, dimana pada tahun 2022 berada pada angka 12,10 % (dua belas koma sepuluh persen).

“Ini menjadi perhatian kita semua untuk dapat terus diturunkan menjadi 11,70 % (sebelas koma tujuh puluh persen) pada tahun 2025 nanti,” katanya.

Sementara itu, fokus yang ketiga, adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Aceh Selatan, dimana pada tahun 2023 nilainya 71,14 % (tujuh puluh satu koma empat belas persen), dengan target dapat mencapai 71,31 % (tujuh puluh satu koma tiga puluh satu persen) pada tahun 2025.

Permasalahan keempat yang tak kalah penting, adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Aceh Selatan, pada tahun 2023 berada pada angka 4,73 % (empat koma tujuh puluh tiga persen), dengan target dapat terus menurun menjadi 3,80 % (tiga koma delapan puluh persen) pada tahun 2025, sebut Cut Syazalisma.

Pj. Bupati menyebutkan, pembangunan daerah tahun 2025 berdasarkan pada kebijakan pembangunan sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Daerah (RDP) Kabupaten Aceh Selatan tahun 2024 – 2026, mengusung tema ā€œmemantapkan laju pertumbuhan ekonomi melalui penguatan infrastruktur, SDM yang berkualitas, komoditi unggulan daerah yang inovatif dan ekonomi kreatif”.

Reporter : YUNARDI. M. IS