Ekonomi

Rupiah Makin Melemah Akibat Ketegangan Dagang Global

Medan-ORBIT: Bulan trading ini sangat sulit bagi Rupiah karena Dolar yang menguat secara umum, krisis Turki, dan ketegangan dagang global. Hal ini dikatakan Research Analyst Forextime, Lukman Otununga, Jumat (24/8/2018).

Bank Indonesia sudah meningkatkan suku bunga sebanyak empat kali dalam tiga bulan guna menolong nilai tukar Rupiah. Walau begitu, faktor eksternal seperti ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan ketidakpastian pasar secara umum tetap sangat membebani Rupiah.

*Rupiah bertahan di dekat level terendah tiga tahun, apakah BI akan terpaksa bertindak lagi untuk membatasi merosotnya nilai tukar mata uang Indonesia? Kenaikan suku bunga mungkin bisa mengendalikan arus keluar modal, dan dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi bulan Juli yang dijadwalkan dirilis dalam waktu dekat. Pasar akan memperhatikan apakah depresiasi Rupiah mengakibatkan kenaikan tekanan inflasi.

“Sedanglan sentimen beli terhadap Dolar terpukul pada separuh pertama pekan ini setelah Trump meningkatkan kritik terhadap Federal Reserve,” ujarnya.

Depresiasi ini terasa agak berlebihan, terutama mengingat bahwa ini bukan pertama kalinya Trump menyerang Federal Reserve. Upaya Trump untuk melakukan intervensi verbal dapat menekan Dolar di jangka pendek, namun prospek jangka menengah dan panjang tetap mengarah ke atas.

“Sedangkan dolar yang terus melemah dapat mengantarkan harga emas menuju level psikologis $1200. Kenaikan tegas di atas level ini dapat mendorong peningkatan lebih lanjut menuju $1216 dan kemudian $1230. Sebaliknya, jika $1200 ternyata adalah resistance yang sulit ditembus, maka harga dapat kembali merosot ke $1180,” pungkasnya. Om-Nis

Komentar Facebook
Tags

Artikel Terkait