SA Institut Apresiasi Kejagung Bongkar Skandal ‘Mafia’ Minyak Goreng

MEDAN – Skandal minyak goreng terus dibongkar Kejaksaan Agung RI hingga berhasil meringkus berinisial LCW. Salah satu pengamat ekonomi dan konsultan perusahaan eksportir, meski tergolong licin.

Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Institut), Suparji Ahmad mengapresiasi langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama jajarannya tanpa pandang buluh, baik elit politik.

Suparji menilai penangkapan LCW, langkah progresif. Apalagi bersangkutan dikenal sebagai pengamat ekonomi. Yang mana di antara oknumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kita mengapresiasi jajaran kejaksaan yang terus berupaya mengusut tuntas kasus yang sudah membuat masyarakat susah ini. Penetapan LCW juga merupakan langkah progresif dari kejaksaan” kata Suparji kepada wartawan, Minggu (22/5/2022).

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia ini menduga kuat tersangka LCW mempunyai kepentingan bisnis dalam tata niaga minyak goreng. Terlebih perannya kemungkinan besar sangat sentral di lingkaran tersebut.

“Terlebih dalam waktu yang sama LCW sebagai orang swasta tanpa jabatan struktural diberikan peran di Kemendag untuk mengatur tata niaga minyak goreng bersama tersangka IWW (dirjen daglu). Maka Kejaksaan perlu mendalami lebih jauh soal LCW itu,” tuturnya.

“Dalam pengambilan kebijakan itu, ternyata pemberian ijin eksport dilakukan secara melawan hukum karena syarat 20 % distribusi dimanipulasi seoalah-olah telah memenuhi syarat tanpa cek and ricek di lapangan,” sambungnya.