Medan  

Sambut Tahun 2026, PMDI dan IMMI Sumut Gelar Muhasabah

Perhimpunan Masyarakat Dakwah Indonesia, (PMDI), dan Ittihadul, Mubalighin wal Mubalighat, (UMMI) Sumut, menggelar acara Muhasabah.

MEDAN | Mengakhiri tahun 2025 dan menyambut tahun 2026 Perhimpunan Masyarakat Dakwah Indonesia, (PMDI), dan Ittihadul, Mubalighin wal Mubalighat, (UMMI) Sumut, menggelar acara Muhasabah.

Acara Muhasabah dilaksanakan di VIP Room Kopi Agam Aksara Medan Rabu malam (31/12/2025) digagas dua tokoh akademisi, dan tokoh agama Sumut Prof, Dr, Syahrin Harahap MA, sebagai Ketua PMDI Sumut dan Dr, H, Sori Monang, Rangkuti MAg Ketua, IMMI Sumut.

Muhasabah yang juga dihadiri kaum, intelektual, mahasiswa dengan moderator Khaidir. Muhasabah ini mengangkat thema “Maksimalisasi Peran Umat dalam Kebangkitan Indonesia”.

Prof Dr Syahrin Harahap, MA diawal pembicaraan dan pokok-pokok pemikirannya mengatakan setiap menyambut tahun, baru, ada, lima, kebiasaan, yang dilakukan, masyarakat kita, pertama berekreasi dan jalan jalan ketempat wisata guna menyambut tahun baru Kedua menyiapkan berbagai jenis makan untuk dimasak dan dibakar Ketiga memasang lilin, kembang api dan merco terkadang menghabiskan uang dan biaya yang besar guna kemeriahan menyambut, awal, tahun Keempat meminum minuman keras dan sehingga mabuk dan Kelima muhasabah meng intropeksi diri guna merenungkan apa yang telah diperbuat selama tahun lalu.

“Sebenar muhasabah inilah yang benar dan harus dilakukan umat Muslim. ” tegas Syahrin Harahap.

Menurutnya tujuan bermuhasabah adalah merenungkan, kemabali apa- apa saja yang telah kita per buat,dan lakukan selama ditahun lalu, yaitu 2025

Ditambahkannya, ada lima hal yang dihadapi dan dilalui bangsa Indonesia pada,di tahun 2025 Pertama menjaga kesatuan bangsa dan umat Islam berkewajiban untuk menjaganya. Kedua mendorong pemerintah melakukan perbaikan bangsa guna memakmurkan rakyat yang masih jauh dari tingkat kesejahteraan.

Ketiga meningkatkan sumber daya manusia, dibidang pendidikan seperti peningkatan protein dan gizi pada anak- anak usia sekolah, tingkat SD SLTP dan SLTA serta ibu hamil dan bentuk program Makanan Bergizi (MBG) diseluruh sekolah di Indonesia.

Dan dibukanya, sekolah rakyat gratis bagi warga, yang tidak mampu dimana segala kebutuhan pendidikan baik, mondok, makan,pakaian seragam sekolah ditanggung pemerintah yang kesemuanya bertujuan untuk menggapai, Indoensia emas ditahun 2045.

Keempat adanya, bencana, alam, yang dahsyat yaitu banjir dan tanah, longsor di Provinsi Sumut, Sumbar dan Aceh dan Kelima acara Natal bersama yang dilakukan di Kementerian, agama yang, selama ini belum dilakukan, dilakukan setiap tahunnya.

SDM Rendah

Selanjutnya Prof Dr Syahrin Harahap MA juga memaparkan selama tahun 2025 ada tanda- tanda kebangkitan, bangsa Indonesia yaitu pertama, adanya kemauan dan perjuangan untuk kemandirian bangsa Indonesia darisegi pengembangan Iptek, SDA guna dikelolah sendiri lepas dari ketergantungan bangsa asing .

Kedua munculnya semangat perjuangan dengan makai, atribut dan pakai ploklamator Ir Soekarno dalam bentuk pakaian yang digunakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam, aktifitas pemerintahan dan kenegaraannya.

Ketiga peningkatan ekonomi kerakyatan pembentukan ribuan Koperasi desa serta pemberian kredit modal usaha bagi UMKM yang disediakan pemerintah di Himpunan Bank Negara, (Himbara)

Keempat politik dan, diplomasi luar negeri yang dilakukan pemerintah Indonesia didunia global dan internasional yang bebas aktif. Kelima adanya pembangunan kampung haji di Arab Saudi dan kampung haji ini merupakan sejarah baru bagi bangsa Indonesia guna menampung jamaah haji yang setiap tahunnya meningkat

Namun dibalik semua keberhasilan yang telah dicapai, masih ada kelemahan yang dirasakan pada bangsa kita karena masih rendahnya SDM guna mengelola kekayaan negara yang menggunakan alat dan teknologi maju serta masih dirasakan adanya politisasi lembaga keagamaan sehingga melemahkan semangat perjuangan.

Dan pada kesimpulan akhir paparanya Prof Dr Syahrin Harahap berpesan dan mengingatkan yang perlu lakukan umat Islam ditahun 2026 yaitu berperan aktif dan terjun langsung dalam pemerintahan guna memperkuat kesatuan umat dan bangsa Indonesia.

“Masyarakat dakwah bisa berbuat dakwah demi kemajuan bangsa. ” pungkas, Prof Dr, Syahrin, Harahap, MA

Sebelumnya Dr H Sori Monang Rangkuti MAg Ketua IMMI yang juga dosen UIN Sumut sebagai pembicara awal menyampaikan judul “Peran Universitas Untuk Kemajuan Bangsa” dia mengatakan universitas yang ada di negara kita masih jauh dari universitas negara lainnya . Hal ini dikarenakan masih adanya kelemahan dan kekurangan dalam mengelolah pendidikan perguruan tinggi dan ini hendaknya dijadikan muhasabah sebagai bentuk renungan guna perbaikan perguruan tinggi di Indonesia kedepannya.

Menurut Sori Monang dinegara lain mahasiswanya gemar membaca dan menulis artikel kampus dan ini menjadi pemikiran kita. ilmu sebagai warisan nabi jika beda nasaf tidak bisa menjadi pewaris,

“Kita berharap dengan ilmunya mahasiswa menjadi pewaris nabi” ujar Sori Monang Rangkuti, yang juga pernah mengenyam pendidikan diuniversitas di India

Dia, juga mengingatkan bahwa dalam agama Islam menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi kaum muslimin dan muslimat laki – laki dan perempuan.,

Selain itu dalam menuntut ilmu pengetahuan mahasiswa harus bisa menghadirkan etika/ akhlak, jiwa akademik dan spirit dalam mengembangkan ilmunya Dengan kemaghfripatan dan dalam hadis sangat banyak diajarkan dan dijelaskan tentang ajaran dan, ajakan tentang menuntut ilmu. (OM32).