TANAH KARO – Jembatan Tiga Pancur yang berada di jalur evakuasi gunung api Sinabung tepatnya di perbatasan desa Tigapancur dengan desa Berastepu, Kecamatan Simpangempat, Karo, sudah terlihat berbeda.
Kondisi jembatan yang sebelumnya terlihat rawan karena besi pengaman jembatan (Railing) sudah banyak yang rusak bahkan sebagian sudah tidak ada, kini sudah diperbaiki dan dicat.
Pelaksana tugas (Pltl Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karo melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Mitcon Purba, mengatakan, pihaknya telah melakukan perbaikan railing atau besi pengaman jembatan, menggunakan anggaran pemeliharaan rutin jalan.
“Selain perbaikan railing, kita juga melakukan pengecatan pada besi dan bangunan pendukung jembatan,” ucap Mitcon didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bina Marga, Binar Tarigan, ketika dikonfirmasi di Kabanjahe.
Amatan orbitdigitaldaily.com, Kamis (12/12) di lokasi, railing atau besi pengaman berikut tiang sandaran kiri kanan jembatan, tampak sudah diperbaiki dan dicat dengan paduan warna kuning dan hitam.
Begitupun peninggi trotroar kiri kanan juga ikut tersentuh perbaikan. Pada dinding trotoar, dihiasi dengan gambar “Pengretret atau Retret”.
Diketahui, Pengretret atau Retret adalah ornamen khas yang terdapat pada Rumah Adat Karo bermotif gerga pada berbentuk mirip cicak.
Memiliki kaki empat yang melambangkan struktur sosial pada masyarakat Karo, yaitu Sembuyak, Senina, Kalimbubu, dan Anak Beru.
Serta memiliki kepala dua, yang menggambarkan sepasang pengantin yang kemudian bersatu menjadi satu tubuh.
Sejumlah warga yang setiap harinya melintas melalui jembatan tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karo, terkhusus kepada dinas PUPR Karo, yang telah memperbaiki Jembatan Tiga Pancur.
“Kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena jembatan ini sudah dibagusin. Kemarin itu memang sudah rawan sekali, tapi ini sudah mantap dan cantik,” ucap Dani Sembiring (45), supir truk Dolomit ditemui orbitdigitaldaily.com saat berhenti tidak jauh dari lokasi jembatan.
Reporter: David







