HeadlineInternasional

Selamat Jalan Najib

Hasil akhir resmi dari Komisi Pemilihan Umum Malaysia atau EC menunjukkan koalisi Barisan Nasional (BN) hanya meraih 79 kursi dari total 222 kursi Dewan Rakyat atau parlemen federal yang diperebutkan. Jumlah itu merosot tajam dari pemilu 2013, saat BN mampu meraup 132 kursi.

Najib Razak harus rela kehilangan kursi Perdana Menteri setelah kalah dramatis dan harus menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Mahathir Mohamad.

Koalisi BN kalah dari koalisi oposisi Pakatan Harapan (PH) yang dinyatakan meraih 113 kursi Dewan Rakyat. Jumlah ini cukup bagi oposisi untuk membentuk pemerintahan Malaysia yang baru.

Kekalahan koalisi BN dalam pemilu ini menjadi yang pertama dalam 60 tahun terakhir. Koalisi BN yang sebelumnya bernama Parti Perikatan, telah mendominasi pemerintahan Malaysia sejak negara itu meraih kemerdekaan dari Inggris tahun 1957 silam. Dtc

Hingga pengumumamn kekalahannya, Najib Razak belum muncul ke publik untuk memberi tanggapan.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Kamis (10/5/2018), Najib tidak terlihat di depan publik usai hasil sementara menunjukkan keunggulan koalisi oposisi PH yang dipimpin Mahathir Mohamad, mantan mentornya. Diyakini Najib bersembunyi di kediamannya untuk berbicara dengan politikus senior koalisi BN.

Partai United Malays National Organisation (UMNO) yang dipimpin Najib menunda rencana konferensi pers pada Rabu (9/5) malam waktu setempat. UMNO merupakan anggota koalisi BN yang memimpin Malaysia selama 60 tahun terakhir.

Najib tidak muncul di kantor UMNO pada Rabu (9/5) malam waktu setempat. Para jurnalis yang telah berkumpul akhirnya diminta pulang.

Pihak UMNO menyatakan konferensi pers akan digelar pada Kamis (10/5) pagi, sekitar pukul 09.45 waktu setempat. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Najib dan UMNO soal kekalahan dramatis dalam pemilu ke-14 ini. Dtc

 

Komentar Facebook

Artikel Terkait