Sestama BKKBN dan Pj Gubsu Optimis Target Penurunan Stunting 14 Persen Tercapai di 2024

Sestama BKKBN, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si dan Pj Gubernur Sumut Hassanudin dan Kaper BKKBN Sumut, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp, MPH saat konferensi pers. (Foto/Ist)

MEDAN | Sekretaris Utama (Sestama) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si mengaku optimis bahwa target prevalensi stunting di Sumut sebesar 14 persen pada tahun 2024 akan tercapai.

Meskipun kata Tavip saat ini angka stunting di Sumut hanya berhasil turun menjadi 18,9%, atau berkurang sekitar 2,2%, dari tahun sebelumnya 2022 sebesar 21,1%.

“Kita harus tetap optimis, jika tidak kita tidak punya semangat untuk meraih itu,” kata Sestama BKKBN kepada wartawan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Tingkat Provinsi Sumut tahun 2024 yang digelar di Hotel Santika Premiere Dyandra Jl. Kapten Maulana Lubis Medan, Senin (25/3/2023).

Bahkan Sestama BKKBN juga mengapresiasi penurunan angka stunting di Sumut.

Hal tersebut lanjutnya tidak terlepas atas kerja sama antara Kepala Perwakilan BKKBN Sumut dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumut.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Hassanudin mengatakan Pemprov Sumut menargetkan prevalensi stunting di angka 14,5 persen tahun 2024. Untuk mencapai hal tersebut, Pemprov Sumut terus mempertajam anggaran dan perbaikan data.

Bahkan Pemprov Sumut berhasil menurunkan prevalensi stunting 2,2 persen di tahun 2023 menjadi 18,9%, dengan berbagai intervensi yang dilakukan.

Di tahun ini, Pemprov Sumut juga akan lebih mempertajam anggaran untuk penurunan angka stunting, serta penggunaan teknologi untuk mendapat data yang akurat.

Sehingga ia berpesan agar tetap mengawal program prioritas penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

“Terkait dengan anggaran yang ada pada tahun ini Pemprov Sumut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp370 miliar untuk penanganan stunting. Sehingga kita optimis angka stunting bisa mencapai target 14 persen tahun 2024 ini,” kata Hassanudin.

Diketahui berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka prevalensi stunting di Sumut berhasil turun menjadi 18,9%, atau berkurang sekitar 2,2%, dari tahun sebelumnya 2022 sebesar 21,1%.

“Selama tahun 2023, kita telah melakukan berbagai upaya kolaboratif dari semua pihak untuk menekan angka stunting di Sumut. Upaya tersebut berhasil menurunkan angka stunting sebesar 2,2%. Sehingga upaya pengendalian stunting merupakan prioritas daerah bahkan nasional. Untuk itu, perlu jadi perhatian bersama seluruh pihak,” pungkasnya.

Turut hadir Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS Kabupaten/Kota se-Sumut dan Kaper BKKBN Sumut, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp, MPH. Hadir juga unsur Forkopimda, pimpinan OPD Pemprov Sumut dan Kabupaten/Kota, serta lembaga terkait lainnya. (Red)