Setelah Diilantik Jadi Wapres, Ma’ruf Amin Baru Lepas Jabatan Ketua MUI

Ma’ruf Amin masih menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) meski sudah ditetapkan KPU sebagai wakil presiden terpilih. Ma’ruf menilai keputusannya dilakukan karena ia belum resmi dilantik.

“Kalau yang tidak boleh itu ‘kan merangkap jabatan, nanti kalau saya dilantik, baru merangkap, kalau sekarang ‘kan belum. Wapresnya saja masih Pak JK (Jusuf Kalla),” kata Ma’ruf sebelum menghadiri rapat pimpinan di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (2/7).

Senada dengan Ma’ruf, Wakil Ketua MUI, Yunahar Ilyas, mengatakan, secara aturan, Ma’ruf memang masih diizinkan menjabat ketum selama belum resmi dilantik.

Adapun alur pergantiannya, kata Yunahar, setelah Ma’ruf meletakkan jabatannya, MUI akan menunjuk pengganti ketum. Jabatan pengganti ketum akan diisi hingga digelarnya Munas tahun 2020.

“Kalau menurut aturan, kalau Pak Kiai (Ma’ruf) sudah menyatakan mundur, di anggaran dasarnya dinyatakan wakil ketua umum langsung menjabat ketua umum sampai Munas. Munas sekitar Agustus 2020. Di Munas nanti baru dipilih siapa ketua umum MUI-nya,” jelas Yunahar.

Ma’ruf menjabat ketum sejak 2015. Sementara Ketum MUI memiliki masa jabatan selama lima tahun. Saat mencalonkan diri menjadi cawapres, muncul desakan agar Ma’ruf mundur dari MUI, namun menolak.

Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih akan digelar pada 20 Oktober 2019. Usai menang dari gugatan MK melawan Prabowo-Sandi, KPU akhirnya menetapkan Jokowi-Ma’ruf  sebagai presiden dan wakil presiden terpilih melalui rapat pleno pada Minggu (30/6).