Medan  

Setelah Selesai Program TMMD ke-109 Kodim 0201/BS Warga Memanfaatkan Berjemur Di Bantaran Sungai Sei Merah Sambil Memandangi Lukisan

MEDAN – Setelah selesai program TMMD ke-109 Kodim 0201/BS warga Sekitaran sungai Sei merah memanfaatkan untuk berjemur mendapatkan sinar matahari di Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan.

Warga Tanah 600, sadar akan kesehatannya karena berjemur dengan sinar matahari dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
Memperkuat sistem imun atau kekebalan tubuh menjadi salah satu cara mencegah terjangkit virus corona (Covid-19).
 
Joko (35) pemuda setempat menyampaikan Trimakasih Bapak Tentara sudah membangun bronjongan sungai Sei merah, yang mana sungai ini sangat bersih dan bronjongnya kuat, serta lukisan dingding tembok yang indah sehinga membuat daya tarik warga, untuk berjemur. “Ujar Joko.

Karena manusia memerlukan sinar matahari untuk membantu meningkatkan produksi vitamin D di dalam tubuh. Sinar matahari ini menjadi sumber utama vitamin D alami, sementara hanya sedikit sekali yang berasal dari makanan. 
Inilah kami dari warga Tanah 600 mengapresiasi hasil kerja Bapak bapak TNI.
“Vitamin D ini punyak efek imunomodulator yang bisa memperbaiki sistem imun tubuh,”jelasnya saat dihubungi Selasa (31/3).
 
Sistem imun ini menjadi pertahanan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Sementara itu, jika tubuh kekurangan vitamin D dapat menghambat pertumbuhan dan rentan terinfeksi virus maupun bakteri
 
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk berjemur guna mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup? Madarina menjelaskan waktu berjemur paling efektif adalah saat bayangan tubuh lebih pendek dari tinggi badan. Sementara waktu berjemur yang dianjurkan adalah sekitar 10 hingga 15 menit.
 
“Waktunya bisa mulai dari jam 10.00 sampai 15.00, jangan dilakukan lebih pagi karena paparan sinar mataharinya tidak mencukupi,”tuturnya.
 
Disamping itu, di pagi hari kondisi udara kurang baik terutama di kota-kota besar dengan tingkat polusi tinggi. Banyak polutan seperti logam berat masih terkonsentrasi di dekat permukaan yang mencemari udara pada pagi hari.
 
Ketika berjemur, dia menyarankan kulit langsung terpapar sinar matahari. Penggunaan topi, sunscreen serta pakaian bersifat menghalangi paparan sinar matahari ke kulit. 
 
“Setidaknya bagian tangan dan kaki terkena sinar matahari. Yang berjilbab mukanya kan juga terbuka cukup terpapar sinar matahari,”urainya.
 
Supaya kegiatan berjemur tidak terasa membosankan, Madarina menuturkan berjemur tidak harus dilakukan sebagai kegiatan tunggal. Untuk mendapatkan sinar matahari bisa dengan aktivitas lain seperti berkebun, mengangkat jemuran dan lainnya yang berkontak langsung dengan sinar matahari.
 
Dia mengatakan sinar matahari tidak hanya ampuh meningkatkan imun tubuh. Namun, dalam sejumlah penelitian disebutkan bahwa paparan sinar matahari yang cukup menyebabkan virus lebih sulit bertahan