Share Foto di Medsos, Hati-hati Terkena Penyakit Ain

oleh -302 views
Ilustrasi/Istimewa

Mengupload foto, video di sosial media menjadi hal yang biasa. Hampir setiap orang, pengguna jejaring sosial pasti pernah melakukannya.

Setiap orang, punya alasan masing-masing dalam membagikan foto, video hingga status. Tidak ada larangan khusus soal berbagi kehidupan sehari-hari kecuali berbahu sara atau pornografi. Namun yang harus diingat, setiap orang perlu berhati-hati.

Mengapa? Sebab, men-share foto atau video di medsos membuka peluang besar terkena penyakit Ain. Penyakit apa itu?

Dikutip muslim.or.id bahwa penyakit Ain adalah penyakit baik pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub/kagum. Sehingga dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terkena.

Ibnul Atsir Rahimahullah berkata, “Dikatakan bahwa Fulan terkena ‘ Ain , yaitu apabila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkannya jatuh sakit,” (An-Nihayah 3/332).

Sekilas ini terkesan mengada-ada atau sulit diterima oleh akal. Akan tetapi Rasulullah SAW menegaskan bahwa Ain adalah nyata dan ada. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Pengaruh Ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya,” (HR. Muslim).

Contoh kasus, foto anak yang lucu dan imut diposting di sosial media. Kemudian bisa saja terkena Ain. Anak tersebut tiba-tiba sakit, atau menangis hingga susah dihentikan meski kata dokter tidak ada penyakit yang menyerang. Bisa juga gejalanya tiba-tiba tidak mau menyusui sehingga kurus kering tanpa ada sebab.

Hal ini terjadi karena ada pandangan hasad kepada gambar itu atau pandangan takjub. Dan penting diketahui bahwa penyakit ‘ain bisa muncul meskipun mata pelakunya tidak berniat membahayakannya (ia takjub dan kagum).

Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan, “Jiwa orang yang menjadi penyebab ‘ain bisa saja menimbulkan penyakit ‘ain tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, jiwanya bisa menimbulkan penyakit ‘ain, meskipun dia tidak melihatnya. Ada banyak penyebab ‘ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ‘ain, hanya dengan cerita saja tanpa melihat langsung,” (Zadul Ma’ad 4/149). OD-02