ACEH SELATAN | Shinta Purnamasari memeluk Agama Islam di Bulan Ramadan bulan yang penuh berkah dan bulan yang penuh pengampunan tepatnya pada hari Rabu (4/3/2026) yang bertempat di Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.
Suasana haru menyelimuti Kantor Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, saat seorang warga Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Shinta Purnamasari, dengan mantap mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda resmi memeluk Agama Islam.
Prosesi pensyahadatan tersebut berlangsung di hadapan PLT Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE beserta istri, Ketua Dharmawanita Persatuan Aceh Selatan Sri Kurniati, SE, PLT Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Camat Tapaktuan bersama Kapolsek dan Danramil, Keuchik Gampong Pasar dan Imam Chik Gampong Pasar, serta Dewan Pengawas, Badan dan Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.
Prosesi sakral itu dipandu langsung oleh Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Tgk. Misbar Basri, SH, yang dengan penuh kelembutan menuntun Shinta Purnamasari dalam melafalkan dua kalimat syahadat.
Dalam penyampaiannya, Tgk. Misbar Basri menegaskan bahwa momen pengucapan syahadat bukanlah sekadar peristiwa seremonial.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi awal perjalanan baru, sebuah langkah kembali kepada fitrah.
Atas nama Pemerintah Daerah, PLT Bupati juga menyampaikan apresiasi dan doa terbaik.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan selamat kepada Saudari Sinta Purnama Sari atas pilihannya untuk bergabung dalam agama yang penuh rahmat dan ridha, yakni agama Islam. Semoga langkah ini menjadi inspirasi dan diikuti oleh saudara-saudari kita yang lain.”
Perjalanan spiritual Shinta Purnamasari adalah kisah tentang keberanian mengikuti suara hati. Ia menapaki proses panjang dengan perenungan dan pencarian, hingga akhirnya menemukan ketenangan dalam kalimat tauhid.
Keputusan itu bukan hanya perubahan status agama, melainkan transformasi jiwa. Dari pencarian menuju keyakinan. Dari keraguan menuju ketenangan. Dari kegelisahan menuju cahaya.
Kini, Shinta tidak berjalan sendiri. Ia telah menjadi bagian dari keluarga besar umat Islam di Aceh Selatan.
Tanggung jawab bersama untuk merangkul, membimbing, dan menguatkannya adalah wujud nyata ukhuwah Islamiyah.
Semoga langkah ini menjadi awal kehidupan yang penuh keberkahan, istiqamah dalam iman, serta membawa cahaya kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Ramadhan tahun ini menjadi saksi bahwa satu hati telah menemukan jalannya menuju Allah SWT, pungkasnya. Yun







